Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

MBG untuk Lansia? Mensos sebut Masih Dalam Tahap Pematangan Konsep

📅 Jumat, 27 Feb 2026, 18:10 WIB | Oleh:
MBG untuk Lansia? Mensos sebut Masih Dalam Tahap Pematangan Konsep Doc: ANTARA/Tri Meilani Ameliya.
Ket. Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf ditemui usai menghadiri pertemuan dengan Perhimpunan Jiwa Sehat di Kantor Kementerian Sosial, Jakarta, Jumat (27/2).

JAKARTA - Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf menyampaikan bahwa pada saat ini rencana implementasi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) untuk masyarakat lanjut usia (lansia) masih dalam tahapan pematangan konsep.

"Ya, itu baru mematangkan konsep, ya," kata pria yang akrab disapa Gus Ipul itu saat ditemui usai menghadiri pertemuan dengan Perhimpunan Jiwa Sehat di Kantor Kementerian Sosial, Jakarta, Jumat.

Hal tersebut disampaikan Gus Ipul menanggapi pertanyaan wartawan mengenai perkembangan rencana MBG untuk lansia usai dirinya bertemu dengan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana pada Rabu (25/2) lalu.

Lebih lanjut, ia menyampaikan beberapa hal yang dimatangkan oleh pemerintah terkait MBG untuk lansia itu di antaranya mengenai Satuan Pemenuhan Pelayanan Gizi (SPPG) yang akan menyiapkan makanan dan disalurkan melalui petugas-petugas dari Kemensos dan kelompok masyarakat (pokmas) serta tenaga pendamping (caregiver).

"Direncanakan seperti itu, tapi kami masih matangkan dulu ya sehingga nanti dapurnya lebih banyak dan bisa menjangkau lebih banyak lagi lansia," ujar dia.

Ia juga mengatakan pihaknya mengharapkan pemberian MBG itu bisa menjangkau 300 hingga 500 ribu penerima manfaat.

"Kalau kemarin kita melayani sekitar 100 ribu lansia dan sekitar 36 ribu penyandang disabilitas. Ke depan, ya harapan kami ini bisa antara 300 sampai 500 ribu penerima manfaat. Jadi, kita harapkan penerima manfaatnya lebih besar. Tapi semua ini masih dalam perencanaan," ujar dia.

Sebelumnya, Gus Ipul telah mengemukakan bahwa penetapan penerima manfaat MBG bagi lansia dan penyandang disabilitas akan dilakukan melalui proses asesmen berbasis data Kemensos dan pemerintah daerah. Data tersebut kemudian disahkan oleh kepala daerah sebelum diserahkan kepada BGN sebagai dasar pelayanan di SPPG.

Menurut dia, sasaran utama program ini adalah lansia berusia di atas 75 tahun yang tinggal sendirian serta penyandang disabilitas yang memiliki keterbatasan akses terhadap pemenuhan gizi harian. Ant

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Megapolitan
Pemeriksaan Kondisi Lapanga...
Nasional
Serius Ada Cadangan Beras 4...
Advertisement
7 Event Jakarta Akhir Pekan 3-4 Oktober: Ada Indonesia Comic Con hingga JICAF 2026

7 Event Jakarta Akhir Pekan 3-4 Oktober: Ada Indonesia Comic Con hingga JICAF 2026

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.