Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Terobosan KDM, Gagas 5 Desa di Bekasi Dibangun Berkarakter Budaya Sunda

📅 Minggu, 16 Agu 2026, 09:53 WIB | Oleh: Tim Penulis
Terobosan KDM, Gagas 5 Desa di Bekasi Dibangun Berkarakter Budaya Sunda Doc: ANTARA
Ket. Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi, dikenal dengan sapaan KDM, menghadiri Rapat Paripurna dalam rangka tasyakuran Hari Jadi ke-76 Kabupaten Bekasi di gedung DPRD setempat, Sabtu (15/8/2026).

BEKASI - Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi (KDM) menggagas pembangunan di lima desa pada wilayah selatan Kabupaten Bekasi ditata dengan mempertahankan karakter budaya khas Sunda guna membangun identitas agar tidak semata dikenal sebagai kawasan industri.

Gagasan itu disampaikannya saat menghadiri Rapat Paripurna DPRD dalam rangka tasyakuran Hari Jadi ke-76 Kabupaten Bekasi di Gedung DPRD setempat, kompleks perkantoran Pemkab Bekasi, Sabtu (15/8).

"Kabupaten Bekasi memiliki beragam karakter wilayah, mulai dari kawasan industri, pertanian, pesisir hingga kawasan perdesaan. Karena itu, pembangunan daerah perlu mempertahankan sekaligus memperkuat karakter masing-masing wilayah," katanya.

Menurut dia sudah semestinya pemerintah daerah meletakkan dasar yang kuat untuk menentukan di mana ibu kota Kabupaten Bekasi agar bisa membangun perwajahan sebuah wilayah melalui kultur sehingga tidak terlalu identik dengan sebuah kawasan industri.

Salah satu bentuknya adalah penataan lima desa di wilayah Kecamatan Cibarusah dan Bojongmangu yang masih memiliki lingkungan relatif asri. Pembangunan di kawasan tersebut diharapkan tidak menghilangkan karakter lokal, tetapi justru menjadikannya sebagai kekuatan dan identitas baru Kabupaten Bekasi.

Dedi menyatakan rumah-rumah masyarakat yang masih mempertahankan karakter tradisional tidak perlu diubah secara keseluruhan. Penataan cukup dilakukan dengan memperbaiki bagian-bagian yang diperlukan sehingga wajah perdesaan tetap terjaga.

Dia juga menilai kawasan tersebut memiliki potensi lingkungan yang perlu dipertahankan, mulai dari pertanian, kolam, sungai, pepohonan hingga ruang terbuka. Karena itu, pembangunan tidak boleh hanya berorientasi perubahan fisik semata tetapi juga harus mempertimbangkan keberlanjutan ekosistem.

"Penataan lima desa tersebut nantinya akan didukung Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Pemerintah Kabupaten Bekasi diminta menyiapkan perencanaan melalui mekanisme penganggaran dan mengidentifikasi desa-desa yang akan masuk dalam program tersebut," ujarnya.

Plt. Bupati Bekasi Asep Surya Atmaja mengatakan pihaknya akan memasukkan wilayah Bojongmangu dalam rencana penataan, selain kawasan Cibarusah yang sebelumnya telah menjadi perhatian Gubernur Jawa Barat.

"Tadi Pak Gubernur berbicara dengan saya. Dia ingin dibangun lima desa itu dengan karakteristik Sunda. Karena Sunda itu, rumahnya enggak boleh diubah, rumahnya tetap, cuma nanti ditata," katanya.

Dirinya mengaku akan segera berkoordinasi dengan dua kecamatan tersebut untuk melihat langsung lokasi yang dinilai memiliki potensi dikembangkan melalui konsep desa berbasis karakter lokal dan lingkungan.

Ia menilai konsep tersebut dapat menjadi bagian dari upaya menghadirkan wajah Kabupaten Bekasi yang berbeda dari citra kawasan industri. Terlebih, wilayah Cibarusah dan Bojongmangu memiliki kondisi alam yang masih relatif asri dan berada di kawasan perbatasan dengan Kabupaten Bogor.

Asep mengaku rencana penataan desa tersebut akan berjalan beriringan dengan pembangunan jalan provinsi menuju kawasan perbatasan. Dengan akses semakin baik, penataan desa diharapkan dapat memberikan manfaat ekonomi sekaligus tetap menjaga karakter lingkungan dan kehidupan masyarakat setempat.

Ketua DPRD Kabupaten Bekasi Ade Syukron Hanas melanjutkan pembangunan identitas daerah menjadi salah satu hal penting yang perlu dirumuskan bersama antara pemerintah daerah dengan DPRD.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Tak Mau Ketinggalan, Warga Yunani Juga Berunjuk Rasa Beratnya Beban Hidup

Tak Mau Ketinggalan, Warga Yunani Juga Berunjuk Rasa Beratnya Beban Hidup

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.