Rupiah Hari Ini Tertekan! Serangan Ukraina ke Kilang Rusia Picu Gejolak Global
📅 Senin, 04 Mei 2026, 16:55 WIB | Oleh: Tim Penulis“Di sisi lain pun juga kenaikan harga minyak mentah ini berdampak terhadap inflasi yang tinggi, sehingga bank sentral dalam pertemuan di bulan Mei ini kemungkinan besar kalau seandainya harga minyak masih tetap di atas 100, kemungkinan besar akan menaikkan suku bunga. Ini yang membuat dolar kembali mengalami penguatan,” ujar dia.
Meninjau sentimen domestik, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat neraca perdagangan Indonesia periode Maret 2026 mengalami keuntungan atau surplus mencapai 3,32 miliar dolar AS, dengan rincian ekspor 22,53 miliar dolar AS dan impor 19,21 miliar dolar AS. Artinya, Indonesia telah mengalami surplus perdagangan selama 19 bulan berturut-turut, yang dianggap memberikan dampak positif terhadap kurs rupiah.
Namun, data terbaru S&P Global yang menunjukkan bahwa aktivitas manufaktur Indonesia memasuki fase kontraksi dengan PMI turun dari 50,1 pada Maret menjadi 49,1 pada April memberikan efek negatif terhadap kurs rupiah.
“Kontraksi ini akan mengindikasikan bahwa akibat dari kenaikan harga minyak membuat impor barang-barang yang cukup mahal, sehingga berdampak terhadap manufaktur,” kata Ibrahim.
Sebaiknya Anda baca juga:
Adapun Kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia pada Senin ini justru bergerak menguat ke level Rp17.368 per dolar AS dari sebelumnya Rp17.378 per dolar AS.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!