Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Rupiah Hari Ini Tertekan, Sinyal Kenaikan Suku Bunga The Fed Bikin Pasar Gelisah

📅 Rabu, 22 Jul 2026, 17:22 WIB | Oleh: Tim Penulis
Rupiah Hari Ini Tertekan, Sinyal Kenaikan Suku Bunga The Fed Bikin Pasar Gelisah Doc: ANTARA FOTO/ Hasrul Said
Ket. Ilustrasi - Karyawan menunjukkan uang pecahan rupiah dan dolar Amerika Serikat (AS) di gerai penukaran mata uang asing Haji La Tunrung, Makassar, Sulawesi Selatan.

JAKARTA – Pelemahan nilai tukar rupiah mencerminkan meningkatnya kehati-hatian pelaku pasar terhadap prospek kebijakan moneter Amerika Serikat (AS).

Ekspektasi bahwa Federal Reserve (The Fed) masih berpeluang menaikkan suku bunga mendorong penguatan dolar AS, sehingga memicu arus modal keluar dari pasar negara berkembang, termasuk Indonesia.

Kondisi ini membuat rupiah berada di bawah tekanan, meski fundamental ekonomi domestik relatif terjaga. Pergerakan rupiah ke depan akan sangat dipengaruhi oleh arah kebijakan The Fed serta respons Bank Indonesia dalam menjaga stabilitas nilai tukar dan kepercayaan investor.

Nilai tukar (kurs) rupiah pada penutupan perdagangan Rabu (22/7) sore melemah 29 poin atau 0,16 persen menjadi Rp17.888 per dolar AS dari sebelumnya Rp17.888 per dolar AS.

Analis pasar uang Ibrahim Assuaibi menilai pelemahan rupiah dipengaruhi tingginya ekspektasi bahwa Federal Reserve (The Fed) akan meningkatkan suku bunga pada 2026.

"Ekspektasi bahwa The Fed mungkin akan meningkatkan laju kenaikan suku bunga pada tahun 2026 meningkat tajam, didorong oleh harga minyak yang tinggi karena gangguan pasokan di Teluk memicu kekhawatiran inflasi dan memicu spekulasi tentang suku bunga yang lebih tinggi untuk jangka waktu yang lebih lama," ucapnya, dikutip dari keterangan tertulis di Jakarta.

Data Prime Terminal menunjukkan probabilitas sebesar 78 persen bahwa The Fed akan mempertahankan suku bunga tetap stabil pada pertemuannya pekan depan. Sementara, kemungkinan kenaikan suku bunga pada bulan September berada di sekitar 68 persen.

Kenaikan ekspektasi ini dipicu konflik militer yang terus berlangsung antara AS dengan Iran, yang memasuki hari ke-11.

Selain itu, investor turut memantai gerakan Houthi Yaman yang mengancam blokade angkatan laut terhadap Arab Saudi di Laut Merah.

Hal ini membuat beberapa kapal tanker minyak mengubah rute dan menimbulkan kekhawatiran atas ekspor dari salah satu pemasok minyak mentah terbesar di dunia.

"Ancaman blokade ini muncul ketika lalu lintas maritim telah terganggu oleh permusuhan di sekitar Selat Hormuz, jalur penting bagi pengiriman minyak global, yang menambah kekhawatiran bahwa gangguan yang berkepanjangan dapat semakin mengurangi pasokan yang tersedia dan meningkatkan biaya pengiriman dan asuransi," kata Ibrahim.

Melihat sentimen domestik, Bank Indonesia memutuskan untuk menahan BI-Rate di level 5,75 persen.

Bersamaan dengan keputusan ini, BI menetapkan suku bunga Deposit Facility sebesar 25 basis points (bps) menjadi 4,75 persen, dan suku bunga Lending Facility sebesar 25 bps menjadi 6,5 persen.

Dengan keputusan menahan suku bunga acuan ini, lanjutnya, BI mendorong kebijakan lain, yakni pemberian insentif guna mendorong arus modal asing ke pasar uang Indonesia dalam rangka tetap menjaga stabilitas nilai tukar rupiah.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...

Timothy Ivan Triyono Mundur dari Bakom RI

1.5 jam yang lalu | Lili Lestari

Nasional
Timothy Ivan Triyono Mundur...
Luar Negeri
AS Kirim Dua Jet Tempur F-1...
Advertisement
Antrean Menyusut Jadi 0,5 Kilometer, Layanan Ketapang–Gilimanuk Makin Terkendali

Antrean Menyusut Jadi 0,5 Kilometer, Layanan Ketapang–Gilimanuk Makin Terkendali

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.