Rupiah Hari Ini Kembali Tersungkur, Kebijakan The Fed Jadi Pemicu Utama
📅 Senin, 20 Jul 2026, 18:50 WIB | Oleh: Tim PenulisJAKARTA – Pelemahan rupiah mencerminkan meningkatnya kehati-hatian pelaku pasar terhadap prospek kebijakan moneter Amerika Serikat (AS).
Ekspektasi bahwa Federal Reserve akan mempertahankan suku bunga tinggi lebih lama membuat aset berdenominasi dolar AS tetap menarik, sehingga memicu arus modal keluar dari pasar negara berkembang, termasuk Indonesia.
Kondisi ini berpotensi meningkatkan volatilitas nilai tukar, menambah tekanan pada biaya impor, dan menguji ketahanan pasar keuangan domestik, meski dampaknya dapat diredam oleh fundamental ekonomi yang kuat serta langkah stabilisasi dari Bank Indonesia.
Nilai tukar (kurs) rupiah pada penutupan perdagangan Senin (20/7) sore melemah 27 poin atau 0,15 persen menjadi Rp17.948 per dolar AS dari sebelumnya Rp17.921 per dolar AS.
Analis pasar uang Ibrahim Assuaibi mengatakan pelemahan rupiah dipengaruhi potensi Federal Reserve (The Fed) menahan lebih lama suku bunga tinggi.
Sebaiknya Anda baca juga:
“Harga minyak yang lebih tinggi telah memperbarui kekhawatiran bahwa inflasi dapat tetap di atas target Federal Reserve, yang berpotensi memaksa para pembuat kebijakan untuk mempertahankan kebijakan moneter yang ketat lebih lama. Suku bunga yang lebih tinggi biasanya mendukung imbal hasil obligasi pemerintah dan dolar AS,” ujar dia dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Senin.
Kenaikan harga minyak disebabkan AS dengan Iran yang saling melancarkan serangkaian serangan selama akhir pekan. Komando Pusat AS (CENTCOM) menyatakan telah melancarkan lebih banyak serangan terhadap Iran pada Minggu (19/7) malam.
Serangan baru itu terjadi setelah serangan Iran terhadap pangkalan AS di Yordania menewaskan sedikitnya dua tentara AS dan melukai banyak lainnya. Militer Amerika terlihat menyerang berbagai target yang lebih luas di Iran, sementara Iran juga meningkatkan serangannya terhadap berbagai aset AS di negara-negara Teluk.
Sebaiknya Anda baca juga:
Pertempuran masih tetap berfokus pada kendali Selat Hormuz, seiring pernyataan CENTCOM bahwa serangan AS bertujuan untuk melemahkan kemampuan militer Iran yang digunakan untuk menyerang kapal di Hormuz.
“Pengiriman (suplai minyak) melalui Hormuz sebagian besar masih terganggu membuat pasar tetap waspada terhadap kemungkinan gangguan pasokan minyak lebih lanjut dan memperhitungkan premi risiko yang lebih besar pada komoditas tersebut,” kata Ibrahim.
Kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia pada hari ini juga bergerak melemah dari level Rp17.944 per dolar AS menjadi Rp17.976 per dolar AS.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!