Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Rupiah Hari Ini Tertekan, Tarif Impor AS Jadi Pukulan Baru bagi Ekonomi Indonesia

3 Jumat, 24 Jul 2026, 19:05 WIB | Oleh: Tim Penulis
Rupiah Hari Ini Tertekan, Tarif Impor AS Jadi Pukulan Baru bagi Ekonomi Indonesia Rupiah Hari Ini Tertekan, Tarif Impor AS Jadi Pukulan Baru bagi Ekonomi Indonesia Doc: ANTARA/ Dhemas Reviyanto.
Ket. Ilustrasi-Petugas menunjukkan uang pecahan rupiah dan dolar AS di gerai penukaran mata uang asing Dolarindo, Melawai, Jakarta.

JAKARTA – Pelemahan rupiah mencerminkan meningkatnya kehati-hatian pelaku pasar terhadap prospek perdagangan Indonesia setelah Amerika Serikat (AS) memberlakukan tarif impor baru.

Kebijakan tersebut memicu kekhawatiran bahwa daya saing ekspor Indonesia ke pasar AS dapat menurun, sehingga berpotensi menekan penerimaan devisa dan memperlebar tekanan pada transaksi eksternal.

Di saat yang sama, penguatan dolar AS akibat ekspektasi suku bunga tinggi di Negeri Paman Sam turut mendorong arus modal keluar dari pasar negara berkembang, termasuk Indonesia.

Kondisi ini membuat nilai tukar rupiah kembali terdepresiasi dan meningkatkan tantangan bagi Bank Indonesia dalam menjaga stabilitas kurs tanpa mengganggu momentum pertumbuhan ekonomi.

Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS pada penutupan perdagangan Jumat (24/7), bergerak melemah 27 poin atau 0,15 persen menjadi Rp17.963 per dolar AS dibandingkan penutupan sebelumnya di level Rp17.936 per dolar AS.

Analis pasar uang Ibrahim Assuaibi menyatakan pelemahan rupiah dipengaruhi pemberlakuan tarif impor oleh Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump terhadap Indonesia.

“Trump resmi memberlakukan tarif impor baru terhadap barang dari 60 mitra dagang mulai Jumat (24/7). Kebijakan tersebut menetapkan tarif sebesar 10 persen dan 12,5 persen terhadap berbagai produk impor, termasuk barang asal Indonesia,” ucapnya dalam keterangan tertulis di Jakarta, Jumat (24/7).

Penerapan tarif baru ini dilakukan setelah berakhirnya kebijakan tarif sementara sebesar 10 persen yang sebelumnya diberlakukan selama 150 hari.

Pemerintah AS menyebut kebijakan tersebut merupakan langkah untuk mendorong negara-negara mitra dagang memperketat larangan terhadap produk yang dibuat menggunakan tenaga kerja paksa.

Di samping itu, data pasar tenaga kerja AS yang lebih kuat dari perkiraan menambah kekhawatiran bahwa Federal Reserve dapat mempertahankan sikap kebijakan yang restriktif.

“Klaim pengangguran awal secara tak terduga turun menjadi 187 ribu, level terendah dalam beberapa dekade, mendorong imbal hasil obligasi Treasury 10 tahun acuan ke level tertinggi sejak Januari 2025,” ungkap Ibrahim.

Kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia pada hari ini juga bergerak melemah di level Rp17.973 per dolar AS dari sebelumnya Rp17.915 per dolar AS.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Kapasitas Produksi Menganggur, Industri Didesak Bangkit
    Berita yang sangat melegakan bagi kita yang bergerak ...
  • Jakarta Timur Bersiap Jadi Magnet Investasi Baru, Kawasan 370 Hektare Ini Dilirik
    Tidak akan sukses. Catat ini. Ormas sm warlok ...
  • Industri Makanan dan Minuman Tumbuh 7,04 Persen, KRISTA InterFOOD 2026 Perluas Peluang Bisnis
    Pencapaian kinerja industri mamin yang impresif ini tentu ...
  • Ekspor Tembus 4,85 Miliar Dolar AS, UGM Dorong Teknologi Hijau Industri Kulit
    Ekspor kulit tembus 4,85 miliar dolar AS, UGM ...
  • GrabMart Catat Lonjakan Pesanan Dini Hari, Strategi Pemasaran Brand Perlu Berubah
    Banyak sekarang pekerja kantoran sampe rumah malam, lalu ...
Olahraga
Terus Terpuruk, Ten Hag Seb...
Luar Negeri
Harga Minyak Dunia Turun Dr...

Jakcraft Ruang UMKM Promosikan Produk Unggulan

35 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Megapolitan
Jakcraft Ruang UMKM Promosi...
Luar Negeri
UNESCO Ungkap Fakta Mengeju...
Daerah
BPBD: Longsor di Lumajang S...
Advertisement
Polemik Kadar Emas, Konsumen Soroti Perbedaan Hasil Pengujian

Polemik Kadar Emas, Konsumen Soroti Perbedaan Hasil Pengujian

02 Nov 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.