Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Hujan Abu Gunung Mayon di Filipina Tewaskan Ternak, Merusak Ladang, Memaksa Penduduk Mengungsi

📅 Senin, 04 Mei 2026, 15:00 WIB | Oleh:
Hujan Abu Gunung Mayon di Filipina Tewaskan Ternak, Merusak Ladang, Memaksa Penduduk Mengungsi  Doc: AP
Ket. Gunung berapi Mayon memuntahkan abu terlihat dari Camalig, provinsi Albay, Filipina pada Sabtu, 2 Mei 2026.

MANILA - Gunung Mayon, gunung berapi di Filipina erupsi, menyemburkan abu vulkanik ke wilayah sekitarnya. Lebih dari 300 keluarga dievakuasi setelah abu mengepul selama akhir pekan akibat runtuhnya endapan lava dari lerengnya, kata para pejabat, Senin (4/5).

Tidak terjadi letusan eksplosif dari Gunung Mayon, yang telah meletus secara ringan sejak Januari, tetapi endapan lava yang sangat besar di lereng barat daya tiba-tiba mengalir turun dalam aliran piroklastik - longsoran batuan panas, abu, dan gas - sebelum malam tiba pada hari Sabtu, kata Teresito Bacolcol, direktur Institut Vulkanologi dan Seismologi Filipina.

Tidak ada laporan kematian atau cedera, tetapi awan abu tebal tersebar di atas 87 desa di tiga kota, mengejutkan banyak orang dan memperlambat laju kendaraan bermotor karena jarak pandang yang buruk, kata para pejabat.

“Abu vulkaniknya sangat tebal dan jarak pandang nol bahkan di jalan nasional kami,” kata Wali Kota Caloy Baldo dari kota Camalig, yang terletak di dekat kaki gunung berapi tersebut.

“Penduduk desa panik, tetapi kami mengimbau mereka untuk tenang,” kata Baldo kepada Associated Press.

Ladang sayuran rusak akibat hujan abu, yang juga menewaskan empat kerbau dan seekor sapi di Camalig, kata Baldo.Upaya pembersihan sedang berlangsung di kotanya yang berpenduduk 8.000 jiwa di provinsi Albay.

“Sekarang sudah tenang lagi, tetapi bahaya selalu ada,” kata Bacolcol tentang kondisi Gunung Mayon pada hari Senin.

Gunung berapi setinggi 2.462 meter ini adalah salah satu daya tarik wisata utama Filipina karena bentuk kerucutnya yang hampir sempurna. Namun, gunung ini juga merupakan yang paling aktif dari 24 gunung berapi di negara tersebut.

Pihak berwenang menaikkan tingkat kewaspadaan lima tahap di sekitar Gunung Mayon ke level 3 pada bulan Januari setelah serangkaian letusan ringan yang menyebabkan longsoran batu sesekali, beberapa di antaranya sebesar mobil, dari kawah puncaknya bersamaan dengan aliran piroklastik yang mematikan.

Peringatan Level 5 berarti letusan eksplosif dan mengancam jiwa sedang berlangsung dengan lava vulkanik mematikan dan aliran piroklastik serta hujan abu tebal.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Nasional
Revisi UU Hak Cipta Karya J...

Edukasi untuk siswa SLB

1 jam lalu | Deri Henriawan

Megapolitan
Edukasi untuk siswa SLB
MILITER

TNI AD Tertibkan Rumah Dinas

1.5 jam yang lalu | Deri Henriawan

Megapolitan
TNI AD Tertibkan Rumah Dinas

Kemeriahan Galuh Ethnic Carnival di Ciamis

1.5 jam yang lalu | Fajar Alim M

Daerah
Kemeriahan Galuh Ethnic Car...

Raker Komisi II DPR Bahas RKA/RKP

1.5 jam yang lalu | Fajar Alim M

Nasional
Raker Komisi II DPR Bahas R...

XLSMART Bravo 500 Summit 2026

1.5 jam yang lalu | Fajar Alim M

Ekonomi
XLSMART Bravo 500 Summit 2026
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Digitalisasi Masif! Kota Cirebon Kuasai Transaksi QRIS di Kawasan Ciayumajakuning

Digitalisasi Masif! Kota Cirebon Kuasai Transaksi QRIS di Kawasan Ciayumajakuning

11 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.