Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Gunung Marapi di Sumbar Erupsi Lagi, Waspada! Ancaman Lahar Dingin Mengintai

📅 Sabtu, 04 Apr 2026, 09:09 WIB | Oleh: Tim Penulis
Gunung Marapi di Sumbar Erupsi Lagi, Waspada! Ancaman Lahar Dingin Mengintai Doc: ANTARA
Ket. Gunung Marapi di Kabupaten Agam mengalami hembusan.

PADANG - Pos Gunung Api (PGA) Gunung Marapi melaporkan gunung api yang berada di Kabupaten Agam dan Kabupaten Tanah Datar, Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) mengalami erupsi sekitar 22 detik.   

"Terjadi erupsi Gunung Marapi pukul 07.41 WIB yang terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 5,3 milimeter serta berdurasi sekitar 22 detik," kata petugas PGA Gunung Marapi Ilhamdi Saputra di Padang, Sabtu (4/4).   

Dalam laporannya, Ilham menyebut tinggi kolom abu vulkanik akibat letusan gunung api 2.891 meter di atas permukaan laut (MDPL) tersebut tidak teramati karena tertutup awan. Saat ini Gunung Marapi masih berada pada Level II atau Waspada. 

Di hari yang sama PGA juga mencatat gunung api tersebut mengalami erupsi pukul 05.25 WIB namun tinggi kolom abu tidak teramati karena tertutup awan. Erupsi ini terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 30,3 milimeter dan durasi 34 detik.

Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) telah mengeluarkan sejumlah rekomendasi kepada masyarakat untuk dipatuhi. Pertama, melarang siapapun beraktivitas atau berkegiatan di dalam radius tiga kilometer dari pusat aktivitas gunung api (Kawah Verbeek).  

Kedua, PVMBG juga mengingatkan adanya ancaman potensi lahar dingin terutama bagi masyarakat yang bermukim di sepanjang aliran sungai yang berhulu dari puncak gunung api. Kondisi itu bisa terjadi ketika hujan atau musim hujan.

Kemudian, apabila terjadi hujan abu masyarakat diimbau menggunakan masker penutup hidung dan mulut guna menghindari gangguan saluran pernapasan. Rekomendasi lainnya ialah meminta semua pihak tetap menjaga suasana yang kondusif, serta tidak menyebarkan narasi bohong.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...

Hari Santri Nasional

50 menit yang lalu | Ones

Nasional
Hari Santri Nasional

Akses permodalan UMKM melalui KUR

53 menit yang lalu | Fajar Alim M

Ekonomi
Akses permodalan UMKM melal...
Nasional
KPK Berharap Nusron Wahid K...

Capaian realisasi investasi nasional

1 jam lalu | Fajar Alim M

Ekonomi
Capaian realisasi investasi...

Dua tahun pemerintahan Prabowo

1 jam lalu | Fajar Alim M

Nasional
Dua tahun pemerintahan Prabowo
Advertisement
Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.