APPMBGI Sebut Dapur MBG Unhas Jadi Acuan Program Gizi
📅 Senin, 04 Mei 2026, 15:10 WIB | Oleh: Ilham SudrajatJAKARTA - Asosiasi Pengusaha dan Pengelola Dapur Makan Bergizi Gratis Indonesia (APPMBGI) menilai Dapur MBG Unhas menjadi model ideal penggabungan riset akademik dan implementasi gizi nasional yang sangat efektif. Pasalnya, konsep dapur MBG yang dibangun kampus tersebut dapat menjadi rujukan pengembangan dapur MBG di berbagai daerah.
“Ini bukan hanya dapur dalam pengertian operasional. Ini adalah laboratorium hidup, tempat ilmu, riset, inovasi, dan praktik bertemu dalam satu ekosistem yang utuh,” kata Ketua Umum DPP APPMBGI, Abdul Rivai Ras, dalam keterangan pers di Jakarta, Senin (4/5).
Rivai menilai banyak hasil riset berhenti di kampus, sementara praktik lapangan berjalan tanpa dukungan landasan ilmiah memadai. Model teaching factory Unhas menghadirkan kolaborasi langsung mahasiswa, peneliti, dan praktisi untuk menjembatani kesenjangan tersebut.
“Selama ini kita sering melihat riset berhenti di meja akademik, sementara praktik berjalan tanpa basis ilmiah yang kuat. Model seperti ini memutus mata rantai tersebut,” ungkap Rivai.
Rivai menilai kedekatan pusat pembelajaran dan produksi dapat mempercepat inovasi, meningkatkan efisiensi, serta memperkuat mutu program secara berkelanjutan dalam praktik. Model tersebut telah lama diterapkan negara maju dan kini mulai dibangun melalui Dapur MBG Unhas secara bertahap nasional.
Sebaiknya Anda baca juga:
“Ketika pusat pembelajaran berdiri berdampingan dengan pusat produksi. Maka proses inovasi menjadi jauh lebih cepat, adaptif, dan terukur,” tegas Rivai.
Menurut dia, dapur MBG Unhas tak hanya mendukung program gizi nasional, tetapi juga mendorong solusi konkret masyarakat. APPMBGI siap memperkuat kolaborasi kampus, pemerintah, dan pelaku usaha agar model serupa diterapkan nasional.
“Kalau kita ingin program MBG berhasil secara sistemik dan berkelanjutan. Maka kita membutuhkan model-model seperti ini, dengan basis keilmuan, standar mutu, dan sistem yang teruji,” pungkas Rivai. ils/I-1
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!