Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

MBG Miliki Potensi Besar Dorong Ekonomi Rakyat

📅 Senin, 11 Mei 2026, 01:01 WIB | Oleh: Tim Redaksi
MBG Miliki Potensi Besar Dorong Ekonomi Rakyat Doc: istimewa

Program Prioritas - Evaluasi Dampak Sosial MBG

Pemerintah perlu memastikan tata kelola yang efisien, distribusi yang tepat waktu, serta penguatan rantai pasok bahan pangan dari daerah.

JAKARTA – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dinilai tidak hanya berfungsi sebagai intervensi gizi bagi pelajar, tetapi juga memiliki potensi besar dalam mendorong ekonomi rakyat.

Menurut Ekonom Center for Strategic and International Studies (CSIS) Riandy Laksono, Program MBG berpotensi memperkuat ekonomi rakyat, terutama melalui penciptaan lapangan kerja dan perputaran ekonomi di sektor pangan, selama didukung tata kelola yang adaptif dan efisien.

Riandi menyebutkan progres pembangunan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur MBG telah mencapai sekitar 90 persen dari target 30 ribu unit, dengan 27 ribu dapur yang sudah siap beroperasi.

“MBG ini sangat atraktif dalam membantu sektor pertanian dan perdagangan di pasar- pasar tradisional.

Ini adalah akselerasi fiskal yang memberikan dampak langsung pada pelaku ekonomi di bawah,” ujar Riandy, sebagaimana diberitakan Antara di Jakarta.

Ia menilai program tersebut memiliki efek berganda terhadap ekonomi lokal, mulai dari penyerapan tenaga kerja hingga peningkatan permintaan bahan pangan di tingkat petani dan pasar tradisional.

Namun, ia menekankan perlunya penyesuaian agar program tetap sejalan dengan kemampuan fiskal negara.

Riandy mengusulkan agar pemerintah melakukan penyesuaian frekuensi pemberian makan sebagai langkah menjaga keberlanjutan anggaran, tanpa mengurangi cakupan penerima manfaat.

“Agar anggaran tetap sehat dan risiko rating kredit (Indonesia) terjaga, pemerintah bisa mengambil jalan tengah dengan mengatur frekuensi, misalnya dari 6 hari menjadi 3 atau 4 hari seminggu,” katanya.

Ia menambahkan langkah tersebut lebih aman dibanding mengubah desain program secara keseluruhan, karena tetap menjaga manfaat ekonomi bagi pekerja dapur dan pemasok bahan pangan.

Selain efisiensi fiskal, Riandy menekankan pentingnya pengawasan kualitas gizi dan transparansi pelaksanaan di lapangan.

Menurutnya, MBG harus diposisikan sebagai investasi jangka panjang dalam pembangunan sumber daya manusia.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Luar Negeri
Insiden Maut Chiang Rai: Te...

Yen Jepang Makin Terperosok Dekati Rekor Terendah

27 menit yang lalu | Deri Henriawan

Luar Negeri
Yen Jepang Makin Terperosok...
Luar Negeri
Armenia Terbelah Dua Kubu A...
Nasional
DPR Dorong Distribusi Digit...
Luar Negeri
Pekerja Mogok Kerja, Layana...
Daerah
Bangka Tengah Tanam Padi Go...
Ada Event Lari Lintas Alam, Jalur Pendakian Gunung Gede Pangrango Ditutup Seminggu

Ada Event Lari Lintas Alam, Jalur Pendakian Gunung Gede Pangrango Ditutup Seminggu

23 Jun 2026
Pilihan Pembaca
# 7
Menanti laporan MSCI, 23 Juni 2026
📅 Selasa, 23-Jun-2026
# 7
Menanti laporan MSCI, 23 Juni 2026
📅 Selasa, 23-Jun-2026
Menanti laporan MSCI, 23 Juni 2026
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.