Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Bapanas-Kemendag Kerja Sama Perkuat Pengawasan Pangan

📅 Selasa, 09 Jun 2026, 15:30 WIB | Oleh:
Bapanas-Kemendag Kerja Sama Perkuat Pengawasan Pangan Doc: Bapanas
Ket. Deputi Penganekaragaman Konsumsi dan Keamanan Pangan Bapanas, Andriko Noto Susanto (kanan), bersama Direktur Jenderal Perlindungan Konsumen dan Tertib Niaga Kemendag, Moga Simatupang (tengah), menunjukkan dokumen kerja sama usai penandatanganan nota kesepahaman penguatan keamanan pangan di Jakarta, Senin (8/6)

JAKARTA - Badan Pangan Nasional (Bapanas) dan Kementerian Perdagangan (Kemendag) menandatangani kerja sama keamanan pangan. Langkah itu dilakukan untuk memperkuat pengawasan pangan segar nasional.

Kerja sama ditandatangani pada peringatan Hari Keamanan Pangan Sedunia 2026. Penandatanganan dilakukan di Jakarta, Senin (8/6).

Perjanjian tersebut mencakup pertukaran data dan informasi pangan. Kerja sama juga meliputi pengendalian hambatan teknis perdagangan pangan.

Selain itu, kedua instansi akan memperkuat penjaminan keamanan dan mutu pangan. Penguatan juga dilakukan terhadap jejaring laboratorium pengujian pangan.

Deputi Penganekaragaman Konsumsi dan Keamanan Pangan Bapanas, Andriko Noto Susanto, mengatakan keamanan pangan menjadi perhatian penting. Pangan harus terbebas dari cemaran biologis, kimia, dan fisik.

"Keamanan pangan adalah tanggung jawab kita bersama. Kita ingin memperkuat sinergi antarinstansi," kata Andriko. "Tujuannya memastikan pangan aman dan sehat, sekaligus memenuhi ketentuan yang berlaku," imbuh dia.

Menurut Andriko, kerja sama tersebut menjadi langkah konkret memperingati Hari Keamanan Pangan Sedunia. Tahun ini peringatan mengusung tema “From Burden to Solutions-Safe Food Everywhere”.

Ia mengatakan tantangan keamanan pangan masih menjadi persoalan global. Karena itu, kolaborasi lintas sektor perlu terus diperkuat.

"Sejak berdiri pada 2021, Bapanas terus memperkuat sistem keamanan pangan. Penguatan dilakukan melalui regulasi dan pengawasan," kata dia. "Kami juga memperkuat laboratorium pengujian. Edukasi kepada masyarakat terus ditingkatkan," imbuh dia.

Hingga 2025, Bapanas telah menilai 34 Otoritas Kompeten Keamanan Pangan Daerah tingkat provinsi. Penilaian juga dilakukan terhadap 221 otoritas tingkat kabupaten dan kota. Pada periode yang sama, sebanyak 1.134 petugas pengawas telah mendapat pelatihan. Penguatan kapasitas dilakukan di tingkat pusat dan daerah.

Bapanas juga menerbitkan 25.912 sertifikasi dan registrasi pangan segar selama 2023 hingga 2025. Selain itu, sebanyak 62.171 sampel pangan segar telah diuji.

Direktur Jenderal Perlindungan Konsumen dan Tertib Niaga Kemendag, Moga Simatupang, mengatakan keamanan pangan memengaruhi daya saing produk nasional. Karena itu, pengawasan harus terus diperkuat.

"Keamanan pangan sangat penting bagi kesehatan masyarakat. Keamanan pangan juga menentukan daya saing produk Indonesia," ucap dia. "Karena itu kami menyambut baik sinergi ini. Penjaminan keamanan dan mutu pangan harus diperkuat," imbuh dia.

Berdasarkan Indeks Keamanan Pangan Segar, capaian nasional pada 2025 mencapai 61,1. Angka tersebut melampaui target nasional sebesar 60.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Mabes Polri Geledah Kontraktor Proyek PG Assembagoes di Surabaya

25 menit yang lalu | Selocahyo Basoeki Utomo S

Daerah
Mabes Polri Geledah Kontrak...

Mobil Penimbun BBM Meledak di SPBU

25 menit yang lalu | Sujar

Daerah
Mobil Penimbun BBM Meledak ...
Daerah
Ribuan Umat Hadiri Tabligh ...
Megapolitan
Sepasang Suami Istri Kompak...

DPR Sebut Saham Bank BUMN Masih Menarik

48 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Ekonomi
DPR Sebut Saham Bank BUMN M...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Nama Raffi Ahmad Muncul di Kasus Korupsi Bea Cukai, KPK: Betul!

Nama Raffi Ahmad Muncul di Kasus Korupsi Bea Cukai, KPK: Betul!

09 Jun 2026
Pilihan Pembaca
# 3
# 3
Ratifikasi IEU-CEPA Dorong Daya Saing
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.