Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Bazar Gerakan Pangan Murah Lebak Diserbu Warga, Ringankan Beban Ekonomi Masyarakat

📅 Rabu, 01 Jul 2026, 19:25 WIB | Oleh:
Bazar Gerakan Pangan Murah Lebak Diserbu Warga, Ringankan Beban Ekonomi Masyarakat Doc: Foto: RRI/Jaliah Winarti
Ket. Ilustrasi pelaksanaan Gerakan Pangan Murah di Kecamatan Maja, Banten.

LEBAK, BANTEN - Warga Rangkasbitung, Kabupaten Lebak, Banten, Ujang, mengaku terbantu dengan adanya bahan pangan yang dijual di bazar Gerakan Pangan Murah (GPM) Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lebak yang berharga relatif murah dan terjangkau dibandingkan harga pasaran.

Karena itu, ia berharap pemerintah daerah terus mengoptimalkan bazar GPM guna meringankan beban ekonomi warga, khususnya bagi mereka yang berpenghasilan rendah.

"Kita membeli kebutuhan pangan cukup untuk satu pekan ke depan dengan harga 75 ribu rupiah," kata Ujang.

Dalam bazar yang menyediakan berbagai kebutuhan bahan pokok dengan harga relatif murah dibandingkan harga di pasaran itu, beras SPHP dijual seharga 11.000 rupiah per kilogram (kg), MinyaKita 15.500 rupiah per liter, minyak premium 21.000 rupiah per kemasan, dan gula putih seharga 17.500 rupiah per kg.

Sedangkan bawang merah dijual dengan harga 47.000 rupiah per kg, bawang putih 39.000 rupiah per kg, cabai rawit merah 65.000 rupiah per kg, cabai merah keriting 40.000 rupiah per kg, cabai merah besar 60.000 rupiah per kg dan cabai hijau 45.000 rupiah per kg, sedangkan daging unggas 32.000 rupiah per kg.

Pemerintah Kabupaten Lebak memperkuat Gerakan Pangan Murah untuk menstabilkan harga bahan pokok di pasaran, sehingga daya beli masyarakat meningkat.

Kepala Bidang Distribusi dan Sumberdaya Pangan Dinas Ketahanan Pangan (Disketapang) Kabupaten Lebak Tubagus Sonip mengatakan pemkab melibatkan berbagai instansi melaksanakan bazar tersebut untuk memperingati Hari Bhayangkara dan Bulan Muharam 1448 Hijriah selama delapan hari ke depan, berlokasi di alun-alun Rangkasbitung.

Kegiatan bazar tersebut selain bertujuan menstabilkan harga bahan pokok, menurut dia, juga untuk mengantisipasi inflasi serta meningkatkan daya beli masyarakat.

Bazar GPM itu melibatkan Perum Bulog, PT Rajawali Nusantara Indonesia, PT Frimafood Internasional, Distributor Garasi Mabu, dan Distributor Toko Daging Oemah Koyor.

"Kita mengapresiasi daya beli masyarakat meningkat hingga ribuan konsumen membeli kebutuhan bahan pokok itu," kata Sonip. Ant

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pria tanpa identitas Tewas Tersengat Listrik saat Curi Kabel LRT
    Wajar sih kalau mati, justru aneh klo tidak ...
  • Meski Melambat, Industri Tetap Ekspansi! Kemenperin: Ini 2 Sektor Paling Moncer
    Meskipun data Indeks Kepercayaan Industri (IKI) Agustus 2026 ...
  • Kawasan Industri Tak Lagi Kompetitif, Investor Mulai Melirik Vietnam
    Meskipun banyak pabrik di Indonesia kini mulai beralih ...
  • Mesin Produksi Kembali Panas! BI Sebut Industri Pengolahan Tumbuh di Awal 2026
    Sebagai seseorang yang rutin mengikuti perkembangan sektor pengolahan, ...
  • Badan Pusat Statistik: Harga Beras Premium dan Medium Kompak Naik pada Agustus
    Informasi yang sangat komprehensif terkait laporan BPS bulan ...
Advertisement
kai-expo-detail-sidebar

Integritas Tata Kelola Pemkab Bekasi Diperkuat Bersama KPK

59 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Megapolitan
Integritas Tata Kelola Pemk...

Rupiah Masih Rawan - 2 September 2026

1 jam lalu | Rizal Azhari

Ekonomi
Rupiah Masih Rawan - 2 Sept...
Advertisement
Minta Laporan Penanggulangan Karhutla, Presiden Prabowo Panggil Panglima-Kapolri

Minta Laporan Penanggulangan Karhutla, Presiden Prabowo Panggil Panglima-Kapolri

02 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.