Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Lahan 20.000 Hektare di Kutai Timur Akan Dimaksimalkan

📅 Minggu, 19 Apr 2026, 12:49 WIB | Oleh:
Lahan 20.000 Hektare di Kutai Timur Akan Dimaksimalkan Doc: ist
Ket. pangan terus diperkuat

JAKARTA – Untuk memperkuat ketahanan pangan, maka Pemerintah pusat melalui Kementerian Pertanian berkolaborasi dengan Kabupaten Kutai Timur (Kutim) melakukan optimalisasi lahan (oplah) seluas 20.000  hektare demi mewujudkan swasembada pangan, sehingga ke depan kabupaten ini tidak mendatangkan beras dari daerah lain.

"Program strategis nasional oplah ini merupakan bagian penting dalam menyukseskan ketahanan pangan bukan hanya untuk Kutim, tapi juga bagi nasional yang digagas oleh pemerintah pusat," ujar Wakil Bupati Kutim, Mahyunadi di Sangatta, Ahad.

Ia menyebut bahwa seluruh daerah di Indonesia memiliki tanggung jawab yang sama untuk mendukung program yang menjadi bagian dari Astacita Presiden Prabowo Subianto, termasuk Kutim yang komitmen menyukseskan program tersebut.

"Pemerintah daerah memiliki komitmen besar untuk ikut terlibat langsung dalam menyukseskan ketahanan pangan nasional. Saat ini kami baru mengusulkan 4 titik dari 10 titik yang diminta oleh pemerintah pusat. Namun kami akan terus berupaya mewujudkan itu agar peluang swasembada pangan dapat terwujud," katanya.

Sebelumnya, saat menggelar rapat bersama Direktur Irigasi Pertanian Kementan, di Ruang Arau Sekretariat Daerah Kutim pada Kamis (16/4/2026), ia menyebut bahwa target oplah atau perluasan lahan 20.000 hektare tersebut bukan tanpa tantangan, namun tantangan ini harus dicarikan solusi.

"Saat ini memang masih ada tantangan yang krusial, terutama terkait masih rendahnya minat masyarakat untuk bertani. Salah satu penyebabnya yakni kurangnya fasilitas pendukung pertanian yang belum memadai, sehingga fasilitas ini harus dipenuhi, terutama terkait alat dan mesin pertanian," ujar dia.

Berbagai tantangan ini terus dilakukan perumusan bersama, karena halangan yang ada tidak boleh menjadi alasan dalam mendorong peningkatan produksi, sehingga melalui kecukupan fasilitas diharapkan bisa menarik minat kaum muda melirik sektor vital pertanian.

"Pertanian tanaman pangan yang dikelola dengan baik, maka memiliki potensi ekonomi tinggi serta berperan penting dalam mendukung ketahanan pangan. Untuk itu, pemerintah daerah akan terus berupaya memberikan atensi dan dukungan dengan berbagai kebijakan dalam mendukung program ketahanan pangan," ucap Mahyunadi.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
  • Mentan Bidik Investasi Besar, Industri Bioetanol Nasional Mulai Digenjot
    Langkah strategis dari pemerintah pusat, khususnya melalui jaminan ...
  • Kemenperin Perkuat Kemitraan IKM Singkong dan Industri Nasional
    Langkah Kemenperin mengintegrasikan IKM olahan singkong melalui Program ...
  • Industri Bioetanol Indonesia Mau Digenjot, Mentan Bidik Investasi BUMN dan Swasta
    Potensi penghematan devisa negara hingga mencapai Rp500 triliun ...
  • Pertamina dan Jababeka Berkolaborasi Menuju Kawasan Hijau dan Nol Emisi
    Melihat tren positif pemasangan infrastruktur panel surya yang ...
Nasional
Pemerintah Bahas Upaya Perl...
Luar Negeri
Sebut Kuba 'Negara Gagal', ...
Advertisement
Mengagetkan, Ombudsman RI Temukan Fasilitas Berstandar Apartemen di Lapas Cibinong, Kabupaten Bogor

Mengagetkan, Ombudsman RI Temukan Fasilitas Berstandar Apartemen di Lapas Cibinong, Kabupaten Bogor

23 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.