Pengolah Limbah Sampah Organik Dibangun di Rorotan
📅 Rabu, 12 Agu 2026, 11:35 WIB | Oleh: Aloysius Widiyatmaka
Doc: ist
JAKARTA – Masalah sampah harus diselesaikan secara Bersama-sama. Untuk itu, guna meringankan pemprov, maka Bank Jakarta membangun fasilitas pengolah limbah komunal berbasis sampah organik (biodigester) di Rusunawa Rorotan dan TPS 3R Kelurahan Rawa Badak Utara, Jakarta Utara.
“Pengelolaan limbah merupakan tantangan bersama yang memerlukan kolaborasi lintas sector,” tutur Direktur Utama Bank Jakarta, Agus H Widodo, Selasa. Menurutnya, pembangunan pengolah limbah di Rorotan merupakan bentuk kontribusi nyata Bank Jakarta dalam turut menjawab tantangan pengelolaan sampah Jakarta. “Kami ingin program TJSL yang dijalankan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat dan mendukung upaya menjaga lingkungan Jakarta," katanya.
Pembangunan fasilitas pengolah limbah tersebut ditandai dengan pemancangan batu pertama (groundbreaking) di Rusunawa Rorotan, Cilincing, Jakarta Utara. Langkah ini merupakan bagian dari program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) perusahaan serta implementasi Rencana Aksi Keuangan Berkelanjutan (RAKB) Bank Jakarta Tahun 2026.
Melalui teknologi tersebut, sampah organik dari rumah tangga diolah menjadi gas hayati (biogas) sebagai sumber energi terbarukan dan sisa buangan (residu) yang dapat dimanfaatkan sebagai pupuk organik. Setiap unit fasilitas ini dirancang untuk mengolah hingga 250 kilogram sampah organik per hari.
Dengan dua unit yang dibangun, total kapasitas pengolahan mencapai 500 kilogram sampah organik per hari. Berdasarkan kajian teknis, kedua unit pengolah limbah tersebut diproyeksikan mampu menghasilkan sekitar 37,5 meter kubik gas hayati per hari. Selain menyediakan energi bersih, fasilitas ini diperkirakan dapat menekan emisi gas rumah kaca hingga 423 kilogram per hari.
Sebaiknya Anda baca juga:
Sementara itu, Sekretaris Perusahaan Bank Jakarta, Arie Rinaldi, menjelaskan pengelolaan sampah dari sumbernya menjadi kunci utama dalam menciptakan nilai tambah ekonomi dan lingkungan bagi masyarakat sekitar. Melalui pembangunan fasilitas ini, Bank Jakarta mengambil bagian dalam upaya pengelolaan sampah organik dari sumber sekaligus mendorong agar sampah dapat memberikan nilai tambah bagi masyarakat.
“Kolaborasi dengan Pemerintah Provinsi Jakarta menjadi bagian penting agar upaya penanganan sampah dapat dilakukan secara lebih terintegrasi," ujar Arie. Proyek di Jakarta Utara ini merupakan kelanjutan dari program berkelanjutan Bank Jakarta. Sebelumnya, lembaga keuangan tersebut telah mendukung pembangunan fasilitas serupa di Kelurahan Pekayon, Pasar Rebo, Jakarta Timur, yang diresmikan November 2025.
Selain menekan volume sampah dan emisi, program ini turut mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan, terutama pada poin energi bersih. Sebagai tulang punggung keuangan (financial backbone) bagi Jakarta, Bank Jakarta berkomitmen memperkuat perannya dalam menghubungkan kebutuhan pembangunan kota melalui aktivitas ekonomi yang bertanggung jawab, inklusif, dan berorientasi pada keberlanjutan jangka Panjang.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!