Tolak Narasi Perang, Paus Leo XIV Tegaskan Konflik AS-Iran Jauh dari Kata Adil
📅 Minggu, 07 Jun 2026, 20:42 WIB | Oleh: Deri HenriawanISTANBUL - Paus Leo XIV menegaskan perang yang dilancarkan AS dan Israel terhadap Iran bukan "perang yang adil”, karena menurutnya, teori klasik itu sudah tidak lagi relevan dengan realitas peperangan modern.
"Tidak ada perang yang adil di sana,” kata Leo kepada wartawan dalam penerbangan dari Roma ke Madrid, Sabtu, yang menandai perjalanan luar negeri keempatnya sebagai Paus.
Komentar tersebut disampaikan Paus Leo ketika menanggapi pertanyaan jurnalis terkait klaim Wakil Presiden AS JD Vance yang menggunakan konsep “perang yang adil” untuk membela tindakan militer Washington terhadap Teheran.
Menurut Leo, konsep filosofis mengenai perang yang adil lahir berabad-abad lalu, di masa ketika umat manusia belum mampu membayangkan daya hancur masif dari persenjataan modern seperti sekarang.
"Masalahnya adalah teori perang yang adil berasal dari berabad-abad yang lalu, dari masa ketika orang tidak dapat membayangkan senjata dan kapasitas penghancuran yang ada saat ini," ujarnya.
Sebaiknya Anda baca juga:
Pernyataan tegas Paus Leo ini memperpanjang keretakan hubungan diplomatik dan tensi politik antara Vatikan dengan Presiden AS Donald Trump terkait eskalasi konflik di Iran.
Paus secara konsisten menyerukan penghentian konflik bersenjata dan mengkritik keras retorika-retorika politik yang dinilai dapat memicu perang yang lebih luas.
Pada awal tahun ini, Paus Leo mengecam pernyataan Presiden Trump yang mengancam “tidak akan ada peradaban yang tersisa di Iran."
Sebaiknya Anda baca juga:
Paus menyebut retorika tersebut sebagai sesuatu yang "tidak dapat diterima.”
Merespons kritik tersebut, Trump sempat melontarkan serangan balik dengan menyebut Paus sebagai sosok yang "lemah dan buruk dalam kebijakan luar negeri."
Namun, Paus Leo XIV mengabaikan sindiran itu dan menegaskan dirinya tidak takut untuk terus menyuarakan perdamaian.
Perseteruan verbal antara Washington dan Vatikan ini turut memantik reaksi keras di Italia. Para pemimpin politik di Roma berbondong-bondong memberikan pembelaan dan dukungan moral kepada Paus Leo.
Perdana Menteri Italia Giorgia Meloni secara terbuka mengkritik balik pernyataan Trump. Meloni menilai serangan verbal yang ditujukan kepada pemimpin tertinggi umat Katolik merupakan tindakan yang "tidak dapat diterima."
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!