Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Perumdam Kutim Gandeng PT MBS Atasi Krisis Debit Air Saat Kemarau.

📅 Selasa, 07 Jul 2026, 11:40 WIB | Oleh:
Perumdam Kutim Gandeng PT MBS Atasi Krisis Debit Air Saat Kemarau. Doc: Antara Foto
Ket. Dirut Perumdam Tirta Tuah Benua Kabupaten Kutai Timur, Suparjan

Perusahaan Umum Daerah Air Minum (Perumdam) Kabupaten Kutim bekerja sama dengan perusahaan daerah milik Provinsi Kalimantan Timur, yakni PT Melati Bhakti Sejahtera (MBS) untuk mengatasi penurunan debit air akibat musim kemarau, agar layanan ke masyarakat tetap berjalan  lancar.

Kerja sama tersebut ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman pada Rabu, 1 Juli 2026, sehingga Perumdam menargetkan distribusi air bersih menuju Desa Benua Baru Ilir dan Desa Maloy dapat kembali berjalan lancar.

"Debit mata air dari Gunung Sekerat, Kecamatan Kaliorang menurun akibat kemarau, sehingga distribusi air bersih menuju Desa Benua Baru Ilir dan Desa Maloy terkendala," ujar Dirut Perumdam Tirta Tuah Benua Kabupaten Kutai Timur (Kutim), Suparjan di Sangatta, Selasa.

Sumber air dari Gunung Sekerat tersebut saat musim hujan mampu memproduksi 50 liter per detik, namun kini masuk musim kemarau kapasitasnya hanya tersisa 15 liter per detik.

Penurunan volume air itu berdampak langsung terhadap kemampuan sistem penyediaan air baku bagi Perumdam, sehingga distribusi air menuju dua desa di Kecamatan Sangkulirang itu tidak dapat berjalan sebagaimana mestinya.

Untuk itu, kata dia, pihaknya bekerja sama dengan PT MBS yakni suplai air curah dari Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Maloy Kutim.

Ia mengatakan setelah penandatanganan nota kesepahaman pekan lalu, PT MBS langsung menjalankan proses pengajuan penambahan daya listrik kepada PLN untuk mendukung operasional Instalasi Pengolahan Air (IPA) di kawasan KEK Maloy.

"Penambahan kapasitas listrik oleh MBS menjadi salah satu prasyarat agar suplai air curah kepada Perumdam Tirta Tuah Benua dapat direalisasikan sesuai rencana," kata Suparjan.

Sejalan dengan itu, Perumdam melakukan pembenahan pada jaringan penunjang distribusi. Bahkan beberapa pembenahan telah tuntas, salah satunya perbaikan reservoir booster (bangunan penampung sekaligus penguat tekanan distribusi air) berkapasitas 1.400 meter kubik di Desa Bumi Sejahtera, Kecamatan Kaliorang.

"Pembenahan fasilitas ini penting karena berfungsi untuk meningkatkan keandalan sistem distribusi. Harapannya adalah agar pelayanan kepada masyarakat menjadi lebih stabil ketika pasokan air normal kembali," kata Suparjan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Kemenperin akan Gunakan Nilai Tambah untuk Ukur Kinerja Manufaktur
    Keberhasilan Indonesia menempati peringkat ke-12 dunia sekaligus memimpin ...
  • Kemenperin akan Arahkan Industri 2027 pada Hilirisasi dan Industri Hijau
    Prestasi Indonesia yang berhasil naik ke peringkat 12 ...
  • Pria tanpa identitas Tewas Tersengat Listrik saat Curi Kabel LRT
    Wajar sih kalau mati, justru aneh klo tidak ...
  • Meski Melambat, Industri Tetap Ekspansi! Kemenperin: Ini 2 Sektor Paling Moncer
    Meskipun data Indeks Kepercayaan Industri (IKI) Agustus 2026 ...
  • Kawasan Industri Tak Lagi Kompetitif, Investor Mulai Melirik Vietnam
    Meskipun banyak pabrik di Indonesia kini mulai beralih ...
Advertisement
kai-expo-detail-sidebar
Rona
Yura Yunita Rilis Lagu Terb...
Advertisement
Ratusan Petani Tebu Gelar Aksi Dekat Istana Negara, Tuntut Kenaikan HPP dan Hapus HET Gula

Ratusan Petani Tebu Gelar Aksi Dekat Istana Negara, Tuntut Kenaikan HPP dan Hapus HET Gula

02 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.