Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Menyapu Ikan Sapu-Sapu. Misi Mustahil Pemerintah Jakarta untuk Memberantas Hama di Sungai Ciliwung

📅 Jumat, 17 Apr 2026, 01:30 WIB | Oleh:
Menyapu Ikan Sapu-Sapu. Misi Mustahil Pemerintah Jakarta untuk Memberantas Hama di Sungai Ciliwung Doc: ANTARA FOTO/Yulius Satria Wijaya/rwa
Ket. Tumpukan bangkai ikan sapu-sapu (pterygoplichthys pardalis) di pinggir Sungai Cileungsi, kawasan Ciangsana, Gunung Putri, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Selasa (12/9/2023). Ikan-ikan ini sengaja diburu lalu dimusnahkan karena dianggap hama.

Jakarta: Pemerintah Kota Jakarta Selatan (Pemkot Jaksel) akan menggelar operasi penangkapan ikan sapu-sapu serentak di saluran penghubung (Phb) Setu Babakan, Jagakarsa, pada Jumat (17/4). Kegiatan ini melibatkan berbagai unsur, mulai dari Sudin KPKP, SDA, hingga pengelola Perkampungan Budaya Betawi, dengan rangkaian apel, penangkapan, pemusnahan, hingga penguburan.

Langkah ini diambil karena ikan sapu-sapu dinilai merusak tanggul, memakan ikan lain serta telurnya, dan menjadi bagian dari persiapan menghadapi musim hujan yang diperkirakan mulai September 2026.

Mustahil Memberantas Ikan Sapu-sapu, Meski Operasi Penangkapan Terus Dilakukan

Di balik upaya pemerintah tersebut, para nelayan di Sungai Ciliwung, seperti Ajum (39), menegaskan bahwa mustahil memberantas ikan sapu-sapu sampai tuntas. Pasalnya, ikan ini memiliki kemampuan berkembang biak luar biasa cepat. Sekali bertelur, seekor induk bisa menghasilkan ratusan hingga ribuan anak.

Ajum mengibaratkan upaya pemberantasan ikan sapu-sapu seperti melawan nyamuk: "Dibasmi tetap ada lagi." Meski rutin ditangkap dalam jumlah besar, populasinya tetap bertahan.

Kendati demikian, ia mengakui pembersihan sungai tetap penting untuk menjaga kualitas air, karena bangkai ikan sapu-sapu yang tidak diambil bisa mencemari lingkungan. Menariknya, di tengah statusnya sebagai hama, ikan ini justru memiliki nilai ekonomi. Hasil tangkapan nelayan dijual ke pengepul dan diolah menjadi cilok, nugget, otak-otak, hingga kerupuk.

Kesimpulannya, meski operasi penangkapan perlu dilakukan, masyarakat dan pemerintah harus sadar bahwa memberantas habis ikan sapu-sapu adalah hal yang nyaris mustahil. Yang lebih realistis adalah mengendalikan populasinya sambil memanfaatkan potensi ekonominya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Sapi Aceh Dibawa ke Pulau Terluar, Aceh Besar Bidik Ketahanan Pangan
    Kenapa harus ke pulau aceh pengembangan plasma nutfah ...
  • Aturan Insentif Motor Listrik Masih Digodok, Pemerintah Siapkan Rancangan Perpres
    Ulasan yang sangat komprehensif mengenai urgensi payung hukum ...
  • Magang Nasional 2026 Tahap II Dibuka, Anak Muda Berebut Kesempatan Masuk Industri
    Kesenjangan kompetensi yang menjadi latar belakang program Magang ...
  • Diserbu Produk China Murah! Industri Plastik RI Nyaris Tumbang dari Hulu ke Hilir
    Artikel ini memberikan pencerahan yang sangat berimbang dan ...
  • Lulusan Banyak, Tapi Tak Sesuai Kebutuhan Industri? Menaker Ungkap Solusinya
    Artikel yang sangat edukatif dalam membedah akar permasalahan ...
Advertisement
kai-expo-detail-sidebar

Kawah Ijen Ditutup Sementara Akibat Kebakaran

3 jam lalu | Selocahyo Basoeki Utomo S

Daerah
Kawah Ijen Ditutup Sementar...
Advertisement
5 Event Akhir Pekan di Jakarta September 2026: Pameran Anabul Hingga Festival Art Toy

5 Event Akhir Pekan di Jakarta September 2026: Pameran Anabul Hingga Festival Art Toy

04 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.