Konflik Berdarah Simpanse di Afrika Ungkap Akar Alami Kekerasan Manusia
📅 Rabu, 15 Apr 2026, 07:07 WIB | Oleh: Haryo BronoDengan kata lain, bukan sekadar perbedaan yang memicu konflik, melainkan hilangnya hubungan yang menjembatani perbedaan tersebut.
“Ini bukan hanya soal memahami budaya lain,” ujar Sandel. “Tetapi tentang menjaga hubungan antarindividu yang menghubungkan kita,” tambahnya.
Pelajaran dari Hutan
Di tengah kekerasan yang terjadi, ada pelajaran sederhana namun mendalam: stabilitas sosial bergantung pada koneksi. Pada simpanse, hilangnya individu penghubung berujung pada perang. Pada manusia, fenomena serupa bisa terjadi dalam skala yang jauh lebih besar—dari konflik komunitas hingga perang antarnegara.
Sebaiknya Anda baca juga:
Jika ada satu hal yang bisa dipetik dari “perang saudara” di dunia primata ini, mungkin itu adalah pentingnya menjaga relasi bukan hanya di level kelompok, tetapi juga dalam interaksi sehari-hari. Karena, seperti yang ditunjukkan oleh simpanse Ngogo, ketika hubungan runtuh, bahkan komunitas yang paling solid pun bisa berubah menjadi medan konflik. hay
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!