Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Psikolog Ungkap Pentingnya Kolaborasi Orang Tua dan Sekolah Cegah Kekerasan Anak

📅 Jumat, 24 Jul 2026, 02:35 WIB | Oleh:
Psikolog Ungkap Pentingnya Kolaborasi Orang Tua dan Sekolah Cegah Kekerasan Anak Doc: ANTARA/HO
Ket. Ilustrasi kekerasan anak.

JAKARTA - Psikolog klinis anak dan remaja Ocha Ananda Suherik, M.Psi., Psikolog menilai kolaborasi peran orang tua, sekolah hingga pemerintah dalam membentuk upaya perlindungan anak dari tindakan kekerasan.

Menurut Ocha, pengasuhan terutama orang tua perlu mengedepankan disiplin positif tanpa kekerasan fisik maupun verbal.

“Berbagai penelitian menunjukkan bahwa anak yang tumbuh dalam pola pengasuhan yang penuh kekerasan memiliki risiko lebih tinggi mengalami gangguan kesehatan mental, menjadi korban kekerasan, bahkan mengulang pola kekerasan tersebut di kemudian hari,” kata Ocha, ketika dihubungi ANTARA di Jakarta, pada Kamis.

Psikolog lulusan Universitas Indonesia itu mengatakan bahwa di lingkungan keluarga orang tua merupakan pelindung pertama bagi anak, sehingga perlu membangun hubungan yang hangat, terbuka, dan responsif merasa aman untuk bercerita.

Kemudian dalam membentuk ruang aman untuk anak di lingkungan sekolah, lanjut Ocha, peran guru dan tenaga kependidikan perlu dibekali kemampuan untuk mengenali tanda-tanda kekerasan, merespons laporan secara tepat, serta memahami prosedur penanganan yang berorientasi pada kepentingan terbaik anak.

Menurut Ocha, sekolah perlu memiliki mekanisme pelaporan yang mudah diakses, menjaga kerahasiaan korban, serta memastikan adanya tindak lanjut yang jelas agar anak merasa aman untuk melapor.

“Sehingga anti-perundungan di sekolah bukan hanya sekadar tagline, tetapi ada langkah konkretnya,” ujar Psikolog yang tergabung dalam Himpunan Psikologi Indonesia (HIMPSI) itu.

Lebih lanjut, Ocha menilai pemerintah juga berperan dalam perlindungan anak perlu didukung oleh sistem yang komprehensif. Selain itu, pemerintah juga perlu memastikan setiap sekolah memiliki standar perlindungan anak yang jelas.

“Sistem yang komprehensif, mulai dari pencegahan, deteksi dini, penanganan kasus, pendampingan psikologis, hingga penegakan hukum terhadap pelaku,” tutur Ocha.

Sebelumnya, Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KemenPPPA) dalam memperingati Hari Anak Nasional (HAN) 2026 mengangkat tema "Sayang Anak, Lindungi dan Bangun Masa Depan".

Tema Hari Anak Nasional (HAN) 2026 bertujuan meningkatkan kesadaran seluruh elemen bangsa memenuhi hak anak, memberikan perlindungan dari kekerasan, serta menciptakan lingkungan yang aman dan inklusif. Melindungi anak bukan hanya tugas keluarga atau pemerintah, tetapi tanggung jawab bersama.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Megapolitan
Pameran Batik Jadi Pilihan ...
Advertisement
Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.