Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Kadang Tak Disadari, Ini 8 Penyebab Vespa Matic Brebet saat Digas

📅 Jumat, 24 Jul 2026, 03:51 WIB | Oleh:
Kadang Tak Disadari, Ini 8 Penyebab Vespa Matic Brebet saat Digas Doc: Antara/HO/Bardahl Indonesia
Ket. Pengendara sepeda motor matic pada acara Riding dan coaching clinic yang digelar komunitas vespa di kawasan BSD dan Alam Sutera, Tangerang Selatan.

JAKARTA - Vespa matic menjadi salah satu skuter yang cukup populer di Indonesia, terutama di kalangan anak muda. Selain menawarkan desain klasik yang dipadukan dengan teknologi modern, motor ini juga dikenal nyaman digunakan untuk mobilitas sehari-hari.

Seperti halnya sepeda motor matik lainnya, Vespa matic memerlukan perawatan rutin agar performa mesin tetap optimal. Servis berkala seperti penggantian oli mesin, oli gardan, pembersihan sistem injeksi, hingga perawatan CVT menjadi bagian penting untuk menjaga kondisi kendaraan.

Meski telah mendapatkan perawatan, tidak sedikit pemilik Vespa matic yang mengeluhkan mesin terasa brebet atau tersendat saat tuas gas diputar. Kondisi tersebut tentu membuat akselerasi menjadi kurang nyaman dan dapat mengganggu aktivitas berkendara.

Secara umum, mesin Vespa matic brebet dapat disebabkan oleh gangguan pada sistem pengapian, sistem bahan bakar, saluran udara, hingga komponen transmisi CVT.

Berikut beberapa penyebab yang paling sering terjadi dilansir dari Instagram Vestigo dan beberapa media otomotif.

1. Cangklong busi mengalami kerusakan

Salah satu penyebab yang sering luput dari perhatian adalah kerusakan pada cangklong atau cop busi.

Komponen ini berfungsi menghubungkan arus listrik dari koil menuju busi. Pada Vespa matic, cangklong busi umumnya terbuat dari bahan karet yang dapat mengeras atau getas seiring usia pemakaian.

Selain faktor usia, pemasangan cangklong busi yang kurang tepat juga dapat menyebabkan pegas atau spring contact di dalamnya bergeser atau tidak berada pada posisi yang semestinya.

Akibatnya, aliran listrik menuju busi menjadi tidak stabil sehingga percikan api di ruang bakar melemah. Kondisi tersebut membuat proses pembakaran tidak berlangsung sempurna dan mesin terasa brebet ketika berakselerasi.

2. Busi kotor atau sudah aus

Busi merupakan komponen utama dalam sistem pengapian. Percikan api yang dihasilkan busi berfungsi membakar campuran udara dan bahan bakar di dalam ruang bakar.

Seiring waktu, ujung busi dapat dipenuhi kerak karbon akibat proses pembakaran. Selain itu, elektroda busi juga dapat mengalami keausan sehingga celah busi tidak lagi sesuai spesifikasi.

Ketika kondisi tersebut terjadi, percikan api menjadi tidak stabil. Akibatnya, pembakaran tidak berlangsung sempurna sehingga mesin kehilangan tenaga dan terasa tersendat saat digas.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Nasional
Polri Gelar Upacara Serah T...
Megapolitan
Gubernur DKI Cek Pelayanan ...
Advertisement
Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.