Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Indonesia Siapkan Fondasi Kemandirian AI Lewat Infrastruktur dan Mineral Kritis

📅 Jumat, 24 Jul 2026, 03:35 WIB | Oleh:
Indonesia Siapkan Fondasi Kemandirian AI Lewat Infrastruktur dan Mineral Kritis Doc: ANTARA/HO-Kementerian Komunikasi dan Digital
Ket. Wamenkomdigi Nezar Patria saat melakukan pertemuan dengan Wakil Menteri Kementerian Luar Negeri Arif Havas Oegroseno di Kantor Kementerian Luar Negeri, Jakarta Pusat, Rabu (22/7).

JAKARTA - Pemerintah Indonesia mulai menyiapkan fondasi kemandirian kecerdasan artifisial (Sovereign AI) melalui pengembangan ekosistem komprehensif yang mencakup model AI lokal, infrastruktur komputasi, talenta digital, hingga pemanfaatan mineral kritis, Kamis (23/7).

Wakil Menteri Komunikasi dan Digital (Wamenkomdigi) Nezar Patria dalam keterangan yang dikonfirmasi di Jakarta, Kamis, menilai penguasaan AI ke depan tidak hanya berkaitan dengan inovasi teknologi, tetapi juga menjadi bagian dari posisi strategis negara dalam rantai pasok teknologi global.

Ia mengungkap bahwa di tengah dinamika geopolitik global, semakin banyak negara yang berupaya membangun kemandirian AI agar tidak bergantung pada negara-negara besar dalam penguasaan teknologi AI.

“Negara-negara yang di tengah, di middle power (kekuatan menengah) ini, mencoba mempromosikan sovereign AI (kemandirian AI) karena pada akhirnya penguasaan teknologi AI ini akan jadi choke point (titik strategis) buat negara-negara yang besar ini untuk menjaga dominasi mereka,” kata.

Ia menggarisbawahi pembangunan kemandirian AI harus dilakukan secara utuh dengan mencakup lapisan infrastruktur dasar, seperti listrik, air, GPU, chip, platform, hingga aplikasi.

Nezar menegaskan Indonesia memiliki talenta digital yang mampu bersaing di tingkat global. Maka dari itu, mereka harus diberikan kesempatan untuk mengembangkan bakat melalui penyediaan akses terhadap infrastruktur AI serta pengetahuan teknis yang diperlukan.

“Kalau soal talenta digital tidak masalah sepanjang anak-anak muda dan talenta-talenta kita dapat kesempatan. Mereka bisa mengakses infrastruktur AI, terus ada ilmunya, dan kreativitas serta inovasi-inovasi. Saya yakin di bidang compute cluster itu kita bisa bersaing,” katanya.

Selain talenta digital, Nezar juga menilai Indonesia memiliki keunggulan strategis berupa sumber daya mineral kritis yang menjadi bahan baku industri AI dan semikonduktor.

Menurutnya, diperlukan langkah-langkah untuk memanfaatkan mineral tersebut agar dapat memperkuat daya tawar serta posisi Indonesia dalam rantai pasok global.

“Kita punya sumber daya alam yang sekarang sedang diperebutkan untuk infrastruktur AI, yaitu mineral kritis, sehingga harus ada langkah-langkah bagaimana dia bisa kita amankan agar menjadi salah satu daya tawar kita di dalam rantai pasok global,” katanya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...

Sekjen PBB Soroti Tantangan Lonjakan Populasi Lansia

33 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Luar Negeri
Sekjen PBB Soroti Tantangan...
Nasional
Menbud Optimistis Batik Ind...

Janice Tjen Tersingkir dari China Open

59 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Olahraga
Janice Tjen Tersingkir dari...
Advertisement
Antrean Menyusut Jadi 0,5 Kilometer, Layanan Ketapang–Gilimanuk Makin Terkendali

Antrean Menyusut Jadi 0,5 Kilometer, Layanan Ketapang–Gilimanuk Makin Terkendali

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.