Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Psikolog Ungkap Cara Membangun Keberanian Anak Lapor Tindak Kekerasan

📅 Jumat, 24 Jul 2026, 03:05 WIB | Oleh:
Psikolog Ungkap Cara Membangun Keberanian Anak Lapor Tindak Kekerasan Doc: ANTARA/Pexels/August de Richelieu
Ket. Ilustrasi orang tua memberi arahan pada anak.

JAKARTA - Psikolog klinis anak dan remaja Ocha Ananda Suherik, M.Psi., Psikolog menilai komunikasi terbuka hingga literasi menjadi langkah yang bisa dilakukan dalam membangun keberanian pada anak untuk melaporkan tindak kekerasan baik di lingkungan sekitar maupun di ruang digital.

Menurut Ocha, membangun budaya komunikasi yang terbuka di rumah, seperti adanya hubungan yang hangat dan responsif antara anak dengan orang tua atau pengasuh menjadi salah satu faktor protektif terkuat dalam pencegahan kekerasan.

“Luangkan waktu untuk mendengarkan cerita anak setiap hari tanpa langsung menghakimi, menyalahkan, atau terburu-buru memberi solusi,” kata Ocha ketika dihubungi ANTARA di Jakarta, pada Kamis.

Psikolog lulusan Universitas Indonesia itu mengatakan ketika anak terbiasa merasa didengar dalam cerita sederhana, mereka akan lebih percaya bahwa orang tua juga akan mendengarkan ketika mereka menghadapi masalah yang lebih serius.

Keberanian anak juga melapor tindakan kekerasan atau perundungan terutama di ruang digital, lanjut Ocha, perlu dibangun literasi dan pendampingan sejak awal. Dalam hal ini, pendampingan digital perlu dilakukan secara bertahap sesuai usia dan tingkat kematangan anak.

Orang tua disarankan bisa mengajak anak berdiskusi tentang konten yang mereka temui di ruang digital, sekaligus mengajarkan pentingnya menjaga privasi, data pribadi, waspada terhadap orang asing di dunia maya, serta mengenali tanda interaksi yang berpotensi membahayakan.

“Anak juga perlu memahami cara melakukan perlindungan diri di ruang digital, seperti memblokir akun, melaporkan konten, keluar dari percakapan, dan meminta bantuan orang dewasa,” tutur dia.

⁠Ocha juga menyarankan perlunya memberikan anak edukasi mengenai berbagai bentuk kekerasan sejak dini sesuai tahap perkembangannya. Anak tidak hanya diberitahu apa yang termasuk kekerasan, namun juga perlu memahami langkah yang dapat dilakukan ketika mengalaminya.

“Anak juga perlu dibekali mengenai apa yang dapat dilakukan ketika mereka melihat temannya menjadi korban, yaitu bagaimana anak mampu menjadi upstander (yaitu berani mencari bantuan kepada orang dewasa ketika melihat kekerasan),” ujar psikolog yang tergabung dalam Himpunan Psikologi Indonesia (HIMPSI) itu.

Lebih lanjut, Ocha mengatakan dalam membangun keberanian anak melapor tindak kekerasan juga bisa dilakukan dengan melatih kemampuan asertif dan menjaga batasan diri (personal boundaries).

Dalam hal ini, anak perlu memahami bahwa mereka berhak mengatakan "tidak" ketika merasa tidak nyaman, meskipun yang melakukan orang yang lebih tua atau dikenal.

“Misalnya, mengenalkan kata ‘aku tidak mau’, ‘berhenti’, atau ‘aku akan memberi tahu mamaku’ dapat dilatih melalui permainan peran (role play), diskusi, maupun studi kasus yang sesuai dengan usia anak,” ujar Ocha.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Bos Perusahaan AI Dunia Ingin Perlambat Pengembangan, Persaingan AS-Tiongkok Jadi Hambatan
    Sangat disayangkan melihat bagaimana niat baik untuk mengkaji ...
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
Advertisement
IndoBuildTech Expo Detail Sidebar
Ekonomi
Harga Cabai Rawit Rp85.500/...
Advertisement
Klasemen Liga Spanyol: Barcelona Masih di Puncak, Madrid Naik ke Posisi Kedua

Klasemen Liga Spanyol: Barcelona Masih di Puncak, Madrid Naik ke Posisi Kedua

14 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.