Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Hasil Sitaan FBI di Amerika Akhirnya Pulang! Artefak Suku Asmat dan Dani Disimpan di Museum Nasional

📅 Jumat, 24 Jul 2026, 03:20 WIB | Oleh:
Hasil Sitaan FBI di Amerika Akhirnya Pulang! Artefak Suku Asmat dan Dani Disimpan di Museum Nasional Doc: ANTARA/HO-Kementerian Kebudayaan
Ket. Kementerian Kebudayaan menjalin koordinasi dengan Federal Bureau of Investigation (FBI) untuk mengakselerasi pemulangan artefak dari luar negeri atau repatriasi.

JAKARTA - Menteri Kebudayaan Fadli Zon memastikan lima artefak budaya asal Papua yang diserahkan oleh Direktur Federal Bureau of Investigation (FBI) Kash Patel kepada Presiden Prabowo Subianto akan disimpan sebagai koleksi permanen di Museum Nasional, Jakarta, Kamis (23/7).

"Oh iya, di Museum Nasional sementara ini kita akan registrasi, kita catat," katanya dalam konferensi pers di Jakarta, Kamis.

Ia menambahkan bahwa bila ke depan ada keperluan tertentu yang membuat artefak tersebut untuk dipamerkan di museum lain melalui pameran tematik, maka dapat dilakukan sesuai kebutuhan.

"Tapi sementara ini menjadi koleksi permanen museum nasional," katanya lagi.

Fadli Zon mengatakan bahwa pada Rabu (22/7) malam, ia mendampingi Presiden Prabowo Subianto bertemu Direktur FBI Kash Patel dalam penyerahan artefak budaya yang merupakan hasil sitaan FBI di Amerika Serikat yang dibawa secara langsung oleh pimpinan FBI itu.

Adapun Kash Patel menyerahkan lima artefak, kemudian tiga artefak lainnya telah diserahkan FBI kepada Kedutaan Besar Republik Indonesia di Washington D.C dan tengah diproses untuk pemulangannya ke tanah air.

Artefak yang dikembalikan tersebut berasal dari Papua, secara spesifik merupakan warisan budaya masyarakat Suku Dani, Suku Asmat, dan Suku Danau di kawasan Danau Sentani yakni berupa tengkorak manusia yang diukir, kapak batu, kapak beliung dari Kawasan Danau Sentani serta pemukul kayu hias dari suku Asmat.

"Ada dari suku Dani, Asmat, dan juga dari Danau Sentani, berupa batu-batu dan juga ada tempurung kepala manusia yang diukir," jelasnya.

Repatriasi benda budaya ini tak hanya melindungi budaya Indonesia namun sekaligus memerangi penjualan benda budaya secara ilegal.

"Kami berharap benda-benda cagar budaya tidak lagi diperdagangkan secara ilegal. Benda-benda tersebut harus menjadi kekayaan budaya yang kita pelihara," katanya lagi.

Pihaknya pun mengapresiasi dukungan FBI serta kerja sama yang dilakukan sebelumnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Luar Negeri
Ilmuwan Ungkap Gletser Swis...
Nasional
BMKG Prediksi Musim Hujan 2...
Advertisement
Rocky Gerung Ungkap Tugas Wantimpres: Harus Kritis terhadap Kebijakan Presiden Prabowo

Rocky Gerung Ungkap Tugas Wantimpres: Harus Kritis terhadap Kebijakan Presiden Prabowo

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.