Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Gunung Dukono Meletus 76 Kali

📅 Selasa, 07 Apr 2026, 12:55 WIB | Oleh:
Gunung Dukono Meletus 76 Kali Doc: ist
Ket. gunung meletus

JAKARTA – Masyarakat sekitar Gunung Dukono diminta menjauh dari gunung tersebut. Sessbab Pos Pengamatan Gunung Api (PGA) Dukono di Kabupaten Halmahera Utara, Maluku Utara, mencatat selama periode 6 April 2026 telah terjadi letusan sebanyak 76 kali di Gunung Dukono.

"Asap kawah condong ke arah barat laut, dengan tinggi kolom abu dari 800 meter hingga sampai 1.400 meter di atas puncak gunung," kata Petugas PGA Dukono Bambang Sugiono dalam keterangan tertulis yang diterima ANTARA di Ternate, Selasa.

Dia menjelaskan asap kawah Gunung Dukono teramati berwarna putih dan kelabu dengan intensitas sedang hingga tebal.

"Untuk jumlah kegempaan letusan 76, amplitudo 6-34 mm, durasi 19,33-90,65 detik. Sedangkan tremor menerus (microtremor) terekam dengan amplitudo 1-6 mm (dominan 4 mm)," ungkapnya.

Sementara untuk cuaca masih cerah, berawan, mendung, dan hujan. Angin bertiup lemah hingga sedang ke arah barat dan barat laut. Suhu udara 27-31 derajat Celsius dan kelembaban udara 61-90 persen dengan volume curah hujan 2 mm per hari.

Dia mengatakan saat ini status gunung api setinggi 1.087 meter dari permukaan laut (mdpl) itu berada pada Level II atau Waspada.

Masyarakat di sekitar Gunung Dukono dan pengunjung/wisatawan diimbau  tidak beraktivitas, mendaki, dan mendekati Kawah Malupang Warirang di dalam radius empat kilometer.

"Mengingat letusan dengan abu vulkanik secara periodik terjadi dan sebaran abu mengikuti arah dan kecepatan angin, sehingga area landaan abunya tidak tetap," ucap Bambang Sugiono.

Oleh karena itu, kata dia, masyarakat di sekitar Gunung Dukono diminta menyediakan masker guna menghindari ancaman bahaya abu vulkanik pada sistem pernafasan.

Sebelumnya, Pos Pengamatan Gunung Api (PGA) Dukono di Kabupaten Halmahera Utara, Maluku Utara mengimbau warga untuk tidak melakukan aktivitas dalam radius 4 km dari kawah gunung tersebut, karena terjadi peningkatan aktivitas letusan.

"Warga di sekitar Gunung Dukono dan pengunjung/wisatawan agar tidak melakukan aktivitas atau mendaki hingga mendekati kawah malupang warirang di dalam radius 4 kilometer," kata petugas PGA Dukono, Bambang Sugiono dalam keterangan yang diterima di Ternate, Senin.

Imbauan itu disampaikan menyusul adanya peningkatan aktivitas Gunung Dukono sejak pekan lalu hingga saat ini masih terjadi letusan gunung api tersebut.

Dia menjelaskan tadi sekitar pukul 15:33 WIT, Gunung Dukono masih erupsi dengan menyemburkan abu vulkanik setinggi 1.200 meter di atas puncak. "Kolom abu teramati berwarna kelabu dengan intensitas tebal condong ke arah barat dan barat laut," ujarnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Kemenperin akan Gunakan Nilai Tambah untuk Ukur Kinerja Manufaktur
    Keberhasilan Indonesia menempati peringkat ke-12 dunia sekaligus memimpin ...
  • Kemenperin akan Arahkan Industri 2027 pada Hilirisasi dan Industri Hijau
    Prestasi Indonesia yang berhasil naik ke peringkat 12 ...
  • Pria tanpa identitas Tewas Tersengat Listrik saat Curi Kabel LRT
    Wajar sih kalau mati, justru aneh klo tidak ...
  • Meski Melambat, Industri Tetap Ekspansi! Kemenperin: Ini 2 Sektor Paling Moncer
    Meskipun data Indeks Kepercayaan Industri (IKI) Agustus 2026 ...
  • Kawasan Industri Tak Lagi Kompetitif, Investor Mulai Melirik Vietnam
    Meskipun banyak pabrik di Indonesia kini mulai beralih ...
Advertisement
kai-expo-detail-sidebar

Yura Yunita Rilis Lagu Terbaru “Pertiwi”

1.5 jam yang lalu | Ilham Sudrajat

Rona
Yura Yunita Rilis Lagu Terb...
Luar Negeri
Uni Afrika Kutuk Keras Kude...
Nasional
Mendag Dorong Produk Berday...
Advertisement
Ratusan Petani Tebu Gelar Aksi Dekat Istana Negara, Tuntut Kenaikan HPP dan Hapus HET Gula

Ratusan Petani Tebu Gelar Aksi Dekat Istana Negara, Tuntut Kenaikan HPP dan Hapus HET Gula

02 Sep 2026
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.