Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Pabrik Bingkai di Jaktim Terbakar, Warga Dengar Ledakan Keras dan Kepulan Asap

📅 Rabu, 12 Agu 2026, 18:14 WIB | Oleh:
Pabrik Bingkai di Jaktim Terbakar, Warga Dengar Ledakan Keras dan Kepulan Asap Doc: ANTARA/Dokumentasi Pribadi
Ket. Petugas Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan Jakarta Timur memadamkan kebakaran yang melanda sebuah pabrik bingkai di Jalan Lampiri, RT 04/RW 12, Kelurahan Pondok Kelapa, Duren Sawit, Jakarta Timur, Rabu (12/8) dini hari.

JAKARTA - Kepala Satuan Tugas Penanggulangan Bencana Kota Jakarta Timur (Jaktim) Rangga Bima Setiawan menyebut, warga mendengar suara ledakan saat terjadinya kebakaran sebuah pabrik bingkai di Pondok Kelapa, Duren Sawit, Jakarta Timur, Rabu dini hari.

"Warga sekitar mendengar suara ledakan dari area pabrik dan warga sekitar melihat ada kepulan asap dari area pabrik," kata Rangga saat dihubungi wartawan di Jakarta, Rabu (12/8).

Berdasarkan laporan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi DKI Jakarta, kebakaran terjadi sekitar pukul 00.28 WIB.

"Warga sekitar berusaha memadamkan api dan menghubungi pihak pemadam," ujarnya.

Petugas mulai melakukan pemadaman pabrik di Jalan Lampiri Raya Nomor 28, RT 02 dan RT 04, RW 012, sekitar pukul 00.35 WIB. Proses pendinginan dilakukan hingga sekitar pukul 08.00 WIB.

"Hingga saat ini pemadaman selesai, tetapi masih dalam proses penanganan di lokasi," ujar Rangga.

Sementara itu, seorang petugas keamanan pabrik Khaerul mengaku menjadi salah satu saksi yang mengetahui awal mula kejadian tersebut.

Khaerul mengatakan, saat kejadian dirinya sedang berada di pos keamanan. Secara tiba-tiba, dia mendengar suara ledakan dari arah belakang pabrik.

"Asal muasal api dari belakang pabrik ini, saya lagi di pos terus dengar suara ledakan sekali sebelum kebakaran itu dari makam yang ada di belakang gedung pabrik. Terus saya keluar, pas dilihat ada api," katanya.

Melihat kobaran api, Khaerul langsung mengambil selang yang terhubung dengan hidran pabrik dan berupaya melakukan pemadaman.

"Saya ambil selang buat siram api dari yang tersambung di hidran, cuma karena api membesar ya udah ga bisa. Pekerjanya sudah saya suruh pulang, saya suruh keluar semua pas api membesar daripada nyawa taruhannya," jelasnya.

Khaerul menyebut ada sejumlah kendaraan di sekitar lokasi saat terjadinya kebakaran, tiga kendaraan di dalam pabrik dan tiga kendaraan lainnya di bagian luar.

Sebelumnya, Kepala Seksi Operasi Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Sudin Gulkarmat) Jakarta Timur Abdul Wahid mengatakan, sebanyak 25 unit kendaraan pemadam kebakaran dikerahkan.

"Sebanyak 20 unit berasal dari wilayah DKI Jakarta, sementara lima unit lainnya merupakan bantuan dari Kota Bekasi," kata Abdul.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
  • Mentan Bidik Investasi Besar, Industri Bioetanol Nasional Mulai Digenjot
    Langkah strategis dari pemerintah pusat, khususnya melalui jaminan ...
  • Kemenperin Perkuat Kemitraan IKM Singkong dan Industri Nasional
    Langkah Kemenperin mengintegrasikan IKM olahan singkong melalui Program ...
  • Industri Bioetanol Indonesia Mau Digenjot, Mentan Bidik Investasi BUMN dan Swasta
    Potensi penghematan devisa negara hingga mencapai Rp500 triliun ...
Megapolitan
Penataan dan Penertiban Kab...
Advertisement
FIFA Asean Cup 2026: Drama VAR! Thom Haye Kartu Merah, Indonesia Vs Malaysia Masih 0-0 di Babak Pertama

FIFA Asean Cup 2026: Drama VAR! Thom Haye Kartu Merah, Indonesia Vs Malaysia Masih 0-0 di Babak Pertama

28 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.