'Sekepal Tanah dari Surga', Pesona Wisata Dataran Tinggi di Bumi Jambi
Rabu, 25 Mar 2026, 17:47 WIB | Oleh: OpikImuluddin tiba, saat Matahari sudah tinggi. Rencananya, setelah menikmati waktu singkat di lokasi itu, ia bersama keluarganya akan kembali ke Solok Selatan.
Sembari mengarah jalan pulang, ia berencana singgah melihat panorama air terjun Telun Berasap yang dikenal dengan debit air yang deras serta mampu menciptakan kabut uap, bahkan sesekali membentuk pelangi dari hasil dorongan air yang terbawa angin.
"Tadi kami melewati lokasi air terjun, tapi diniatkan ke sini dulu, saat pulang nanti baru kami usahakan mampir, jaraknya juga tidak jauh," kata dia.
Berkah pedagang dadakan
Di tengah laju mobil yang tersendat karena macet yang mengular akibat tingginya jumlah kendaraan yang lewat, seorang pria paruh baya tiba-tiba turun memesan makanan dua porsi tahu kremes kepada Rahmat Susanto, seorang penjaja makanan yang berjualan di pinggir jalan lintas, dekat pasar Sabtu Kersik Tuo, Kayu Aro, Kerinci.
Rahmat Susanto, bukan satu-satunya penjual makanan yang memanfaatkan momen Lebaran tahun ini.
Ada puluhan, bahkan ditaksir mencapai seratusan pedagang makanan dan mainan serta pernak pernik lain yang mencoba mengadu peruntungan.
"Jika dihitung dari dekat pabrik teh, sampai ke objek danau buatan Aroma Pecco, Kersik Tuo, hingga ke air terjun, ada kalau ratusan," kata dia.
Dia mengungkapkan, sebelum pihak perusahaan perkebunan teh melarang pedagang berjualan di area hak guna usaha Teh kayu Aro, kondisi lapak dagangan terlihat tidak teratur, merusak pemandangan dan kotor.
Kini, pedagang dadakan mulai tertib, hanya boleh berjualan di tanah masyarakat dengan sistem sewa, dengan demikian perputaran ekonomi berjalan dengan baik.
Pedagang dan pemilik lahan sama-sama menerima manfaat ekonomi dampak kunjungan wisatawan.
"Tahun ini sudah tertib, tidak boleh berjualan di sembarang tempat, pedagang banyak yang menyewa halaman toko dan rumah masyarakat," ujarnya.
Setiap musim Lebaran tiba, Rahmat mengaku mendapat berkah tersendiri, pendapatannya meningkat dua kali lipat dari hari normal.
"Pasti habis, apalagi lalu lalang kendaraan ramai, cuaca dingin, semua makanan yang dijual cepat habis, karena wisatawan butuh makan ya," tambah Rahmat.
Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Kerinci Jamal Penta Putra menerangkan bahwasanya keberadaan objek wisata berdampak terhadap ekonomi masyarakat sekitar.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!