Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

'Sekepal Tanah dari Surga', Pesona Wisata Dataran Tinggi di Bumi Jambi

📅 Rabu, 25 Mar 2026, 17:47 WIB | Oleh:
'Sekepal Tanah dari Surga', Pesona Wisata Dataran Tinggi di Bumi Jambi Doc: ANTARA/Agus Suprayitno
Ket. Danau Kerinci, salah satu Objek Daya Tarik Wisata (ODTW) Kabupaten Kerinci didilihat dari ketinggian puncak Bukit Khayangan, Selasa (24/3).

KABUPATEN KERINCI - Dataran tinggi Kayu Aro, Kabupaten Kerinci, menjadi salah satu pilihan wisata masyarakat Jambi dan sekitarnya dalam menikmati masa libur Lebaran.

Seolah memanggil, wilayah yang populer disebut "Sekepal tanah dari surga yang tercampak ke bumi" itu mampu menarik gelombang kunjungan wisatawan. 

Menikmati pesona alam hamparan kebun teh dan anggunnya Gunung Kerinci sebagai gunung api aktif tertinggi di Indonesia (3085 Mdpl).

Sore itu, awan gelap diiringi rinai hujan mengguyur wilayah Kecamatan Kayu Aro, Gunung Tujuh, dan Kayu Aro Barat.

Meskipun cuaca tidak bersahabat, lautan manusia menyemut menikmati pemandangan kebun teh. Mereka bercengkerama, berfoto ria bersama pasangan, atau hanya sekadar menikmati sajian hamparan hijau kebun teh yang telah ada sejak 100 tahun lalu (1925).

Amir Hamzah, warga Kuantan Sengingi (Riau), saat ditemui di sela-sela menikmati suasana sore di Kersik Tuo mengakui keindahan alam yang tersaji di dataran tinggi Kerinci.

Kendati kunjungannya bukan yang pertama kali, baginya, suasana alam Kerinci tidak pernah mengecewakan.

"Sudah berulang datang ke Kayu Aro, kali ini membawa rombongan keluarga dari Solok Selatan. Kebetulan berlebaran ke rumah keluarga, mumpung di sini, kami sempatkan mampir menikmati suasana kebun teh. Kebetulan sebagian keluarga yang saya bawa ada yang belum pernah ke Kerinci," ucapnya di depan Kantor Afdeling D, Kersik Tuo.

Menurut Amir, kawasan Kayu Aro memiliki ekosistem yang baik, masyarakat yang tinggal di wilayah itu tergolong ramah, harga makanan yang dijual cukup terjangkau, ditambah lagi akomodasi penginapan yang tersedia tergolong representatif.

Ia menganggap, keunggulan itu merupakan nilai jual yang harus terus dipertahankan dan dikembangkan oleh pegiat pariwisata yang berkecimpung di Kabupaten Kerinci, termasuk Kota Sungai Penuh.

"Hal yang penting itu bagaimana masyarakat memperlakukan wisatawan dengan baik, itu kunci utama supaya pengunjung betah berlama-lama di suatu tempat wisata," katanya.

Wisatawan lainnya, Imuluddin terlihat menikmati, saat beberapa kali berusaha ganti posisi berdiri, ketika memotret dirinya di antara tanam teh di Afdeling D, milik penguasaan PTPN IV unit usaha Kayu Aro.

Bagi warga Pasaman ini, saat pertama datang, dirinya langsung merasa nyaman dan tenang berada di hamparan kebun teh seluas 2.126,48 hektare yang menjadikannya kebun terluas di Indonesia dalam satu hamparan.

Menurutnya, hawa sejuk khas dataran tinggi memikat untuk berlama-lama menghabiskan waktu bersama menikmati pemandangan alam Kerinci.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Merugi, Pemkab Kudus Serahkan Pengelolaan Taman Krida Wisata ke Swasta
    Preview komentar:
    Pemberian masa tenggang atau grace period selama tiga ...
  • Berpotensi Melemah Terbatas, 13 Agustus 2026
    Preview komentar:
    Ulasan yang sangat komprehensif mengenai pergerakan Rupiah hari ...
  • Microchip Perbarui Ethernet Sensor Bridge untuk Perkuat Konektivitas Edge AI
    Preview komentar:
    Penyusutan dimensi perangkat hingga 60 persen yang dipadukan ...
Advertisement
injourney
Advertisement
asd
Advertisement
astra
Advertisement
bankjakarta-detail-mobile
Nasional
KADIN Ungkap Teknologi Buka...

Pos Indonesia Disebut Gagal Bayar Sukuk dan Minta Restrukturisasi

47 menit yang lalu | Selocahyo Basoeki Utomo S

Ekonomi
Pos Indonesia Disebut Gagal...
Nasional
Menekraf Ingin Tenun jadi K...
Olahraga
Xavi Hernandez Resmi Jadi P...
Advertisement
astra
Advertisement
bankjakarta-detail-mobile
Pos Indonesia Disebut Gagal Bayar Sukuk dan Minta Restrukturisasi

Pos Indonesia Disebut Gagal Bayar Sukuk dan Minta Restrukturisasi

13 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.