Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Gili Trawangan Ditinggalkan Ratusan Wisatawan Dampak Krisis Pasokan Air Bersih

📅 Minggu, 06 Sep 2026, 05:22 WIB | Oleh:
Gili Trawangan Ditinggalkan Ratusan Wisatawan Dampak Krisis Pasokan Air Bersih Doc: ANTARA/Nur Imansyah
Ket. Wisatawan di kawasan wisata di Gili Trawangan, Kabupaten Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat (NTB).

MATARAM, NUSANTARA TENGGARA BARAT - Ratusan wisatawan di Gili Trawangan, Kabupaten Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat (NTB) dilaporkan memilih meninggalkan pulau itu lebih awal setelah terputusnya pasokan air bersih di destinasi tersebut.

Ketua Indonesian Hotel General Manager Association (IHGMA) NTB sekaligus Ketua Asosiasi Hotel Gili Trawangan, Lalu Kusnawan, membenarkan ratusan wisatawan telah memilih keluar lebih awal dari penginapan di destinasi wisata andalan NTB itu.

"Ya, catatan kita ada 300 orang sudah memilih chek out lebih awal keluar dari Gili Trawangan," ujarnya dihubungi melalui telepon dari Mataram, Sabtu.

Ia mengakui pasokan air bersih di Gili Trawangan ini mulai terhenti sejak Kamis (3/9) sekitar pukul 00.00 Wita. Akibat berhentinya pasokan air tersebut, berpengaruh pada hotel dan akomodasi di pulau tersebut.

"Teman-teman hotel bahkan sampai kuras kolam untuk memenuhi kebutuhan sanitasi karena nggak ada air bersih," terang Kusnawan.

Kusnawan menyayangkan terhentinya aliran air bersih ke tempat itu. Pasalnya, saat ini jumlah wisatawan ke kawasan Gili Trawangan sedang penuh-penuhnya. Dalam sehari jumlah wisatawan ke Gili mencapai 3.000 orang hingga lebih.

"Itu jumlah wisatawan sehari. Karena kunjungan ke Gili ini sedang tinggi-tingginya," ucapnya.

Menurut Kusnawan, para pelaku wisata sudah berupaya mendatangkan air bersih dari daratan Pulau Lombok. Namun, konsekuensi-nya biaya yang dikeluarkan cukup besar. Meski begitu, air yang diambil dari daratan tersebut belum dapat memenuhi seluruh kebutuhan yang ada.

"Kita nggak tahu kondisi ini sampai kapan. Tapi kalau seminggu masih begini kita nggak tahu sudah, karena ini kejadian bukan kali ini saja terjadi," ungkap Kusnawan.

Selama ini kata dia, pelaku usaha di tempat itu selalu membayar pajak dan retribusi kepada pemerintah daerah. Termasuk, membayar kebutuhan air bersih dari perusahaan air minum daerah setempat. Untuk itu, pihaknya menuntut tanggungjawab dari pemerintah setempat untuk mengatasi hal ini.

Terkait terputusnya air bersih ini, pihaknya sudah menyampaikan kepada Pemda Lombok Utara dan Pemprov NTB untuk segera mengatasi masalah ini sehingga tidak terus dibiarkan berlarut-larut.

"Kami dalam waktu dekat akan bersurat ke Presiden untuk menyampaikan persoalan air bersih di gili ini. Drafnya sudah kami siapkan dan tinggal kami kirim ke Jakarta dalam waktu dekat," katanya. Ant

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
  • Mentan Bidik Investasi Besar, Industri Bioetanol Nasional Mulai Digenjot
    Langkah strategis dari pemerintah pusat, khususnya melalui jaminan ...
  • Kemenperin Perkuat Kemitraan IKM Singkong dan Industri Nasional
    Langkah Kemenperin mengintegrasikan IKM olahan singkong melalui Program ...
  • Industri Bioetanol Indonesia Mau Digenjot, Mentan Bidik Investasi BUMN dan Swasta
    Potensi penghematan devisa negara hingga mencapai Rp500 triliun ...
Daerah
Apakah Kerajaan Sriwijaya M...
Advertisement
WHO Pilih Dirjen Baru, Menkes RI Budi Sadikin dan 5 Kandidat Lain Siap Bersaing

WHO Pilih Dirjen Baru, Menkes RI Budi Sadikin dan 5 Kandidat Lain Siap Bersaing

26 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.