Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Mahantam: Tradisi yang Tetap Dijaga di Tengah Pemulihan Bencana

📅 Kamis, 19 Mar 2026, 02:14 WIB | Oleh:
Mahantam: Tradisi yang Tetap Dijaga di Tengah Pemulihan Bencana Doc: ANTARA/Fitra Yogi
Ket. Warga yang terdampak bencana menyiapkan daging sapi yang baru disembelih, sebagai rangkaian dari tradisi Mahantam di Nagari Salareh Aia, Palembayan Agam, Sumatera Barat, Rabu (18/3).

PALEMBAYAN, AGAM  - Di hamparan kebun kelapa sawit Palembayan, Kabupaten Agam, suasana pagi itu terasa lebih ramai dari biasanya. Beberapa warga tampak tekun menimbang potongan daging sapi, memastikan setiap bagian memiliki berat yang sama.

Tak jauh dari sana, sekelompok orang sibuk menyusun daging-daging tersebut, menjajarkannya dengan rapi di atas terpal yang terhampar di atas tanah. Di sisi terpal, noda darah yang masih basah membekas di permukaan tanah, penanda bahwa prosesi penyembelihan sapi baru saja usai dilakukan di lokasi tersebut.

Sementara itu, beberapa warga berdiri melingkar mengelilingi terpal, mata mereka tertuju pada daging dengan tatapan penuh harap. Terpancar jelas di wajah-wajah mereka sebuah kesabaran, meski tetap diselingi oleh gejolak rasa tak sabar untuk segera menerima bagian mereka.

Satu per satu nama dipanggil oleh panitia. Begitu nama-nama disebut, masing-masing warga segera maju untuk mengambil haknya. Setiap penerima mendapatkan jatah daging sapi seberat total 5 kilogram, yang rincianya terdiri dari 2,8 kilogram daging murni dan sisanya berupa bagian lain dari sapi. Seluruh pembagian itu kemudian dimasukkan ke dalam kantong plastik atau karung beras yang telah dibawa sendiri oleh warga dari rumah.

Momen sederhana ini menjadi gambaran nyata bagaimana tradisi mahantam dijalankan. Tradisi yang tidak sekedar menjadi rutinitass tahunan, tetapi pertanda bahwa Lebaran sudah sangat dekat. Di beberapa daerah lain di Sumatera Barat, masyarakat menyebutnya dengan barantam.

Secara historis, mahantam merupakan bentuk gotong royong ekonomi yang sederhana tapi efektif. Warga yang ingin berpartisipasi akan membayar sejumlah uang dalam kurun waktu tertentu, biasanya dimulai tak lama setelah Lebaran tahun lalu selesai.

Dana yang terkumpul kemudian digunakan untuk membeli sapi. Menjelang hari raya, biasanya dua hari sebelum Lebaran, sapi tersebut disembelih, dan dagingnya dibagikan secara merata kepada seluruh peserta.

Dalam praktiknya, tradisi ini bukan hanya soal distribusi daging, tetapi juga menjadi sarana mempererat hubungan sosial, membangun solidaritas, dan memastikan bahwa setiap keluarga dapat merasakan kebahagiaan Lebaran.

Tradisi yang telah lama menjadi bagian dari identitas sosial masyarakat setempat ini. tahun ini hadir dengan wajah yang berbeda. Suasana yang seharusnya penuh sukacita, kini diwarnai oleh duka mendalam akibat bencana. Namun di tengah kepiluan itu, harapan tetap dijaga bersama.

Bencana banjir bandang yang melanda beberapa wilayah di Agam pada akhir November 2025 lalu, memang membawa dampak signifikan bagi kehidupan masyarakat. Banyak warga kehilangan harta benda, bahkan tempat tinggal.

Sebanyak 165 orang meninggal dunia. dengan korban terbanyak berasal dari Palembayan yang jumlahnya 136 orang.

Dalam kondisi seperti ini, tradisi mahantam yang biasanya berjalan lancar harus beradaptasi dengan realitas baru.

Di salah satu kawasan terdampak banjir, Padang Sibabaju, Jorong Kayu Pasak Timur, Nagari Salareh Aia, Kecamatan Palembayan, Kabupatan Agam, warga tetap berupaya mempertahankan pelaksanaan tradisi mahantam dengan segala keterbatasan.

Dua ekor sapi berhasil disembelih, bukan hanya sebagai simbol keberlanjutan tradisi, tetapi juga sebagai bentuk solidaritas terhadap sesama korban bencana. Dagingnya dibagikan kepada warga yang telah berpartisipasi, sekaligus menjadi penguat moral di tengah situasi sulit.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Rona
Penyanyi Legendaris Peabo B...
Megapolitan
Polres Metro Bekasi Kota Be...
Nasional
PT KAI Tutup 116 Perlintasa...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.