Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Pembangunan PSEL Legok Nangka Diharapkan Pemprov Jabar jadi Solusi Sampah di Bandung Raya, Hasilkan Listrik 40 Megawatt

📅 Rabu, 29 Jul 2026, 19:30 WIB | Oleh:
Pembangunan PSEL Legok Nangka Diharapkan Pemprov Jabar jadi Solusi Sampah di Bandung Raya, Hasilkan Listrik 40 Megawatt Doc: ANTARA/Ilham Nugraha
Ket. Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi bersama Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Yuliot Tanjung beserta jajaran saat melakukan groundbreaking pembangunan PSEL Legok Nangka di Kabupaten Bandung, Jawa Barat, pada Rabu (29/7).

BANDUNG, JAWA BARAT - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat mulai membangun fasilitas Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) Legok Nangka di Kabupaten Bandung sebagai solusi jangka panjang penanganan sampah di kawasan Bandung Raya.

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi di Bandung, Rabu (29/7), mengatakan pembangunan PSEL Legok Nangka ditargetkan mulai beroperasi pada 2029 untuk mengolah sampah di beberapa wilayah, meliputi Kota Bandung, Kabupaten Bandung, Kabupaten Bandung Barat, dan Kota Cimahi.

"Hari ini kita mendapatkan tiga berkah besar yang hasilnya akan kita rasakan pada tahun 2029. Pertama, persoalan sampah di Kota Bandung, Kabupaten Bandung, Kabupaten Bandung Barat, dan Kota Cimahi akan mendapatkan solusi," katanya.

Menurut Dedi, keberadaan fasilitas tersebut menjadi solusi jangka panjang setelah Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Sarimukti menghadapi keterbatasan kapasitas.

Dirinya juga menyampaikan pemerintah daerah juga menyiapkan solusi jangka pendek melalui pengolahan sampah menjadi briket di tingkat kelurahan.

"Salah satu solusi jangka pendek adalah memasang alat pengolah sampah sederhana menjadi briket di setiap kelurahan. Pemprov Jawa Barat sudah memberi contoh di Gedung Sate," ujarnya.

Selain menyelesaikan persoalan sampah, Dedi mengatakan proyek tersebut juga akan menambah pasokan energi listrik yang mendukung iklim investasi di Jawa Barat.

"Berkah kedua adalah kita akan memperoleh tambahan energi listrik yang akan memperkuat sistem kelistrikan dan mendukung investasi," katanya.

Ia menambahkan pembangunan PSEL Legok Nangka juga diharapkan memperbaiki kualitas lingkungan melalui pengurangan timbunan sampah dan peningkatan ruang terbuka hijau di Jawa Barat.

"Berkah ketiga adalah lingkungan akan menjadi lebih bersih. Udara menjadi lebih baik. Jumlah pohon harus semakin banyak," ujarnya.

Sementara itu, Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Yuliot Tanjung mengatakan bahwa PSEL Legok Nangka dirancang mampu mengolah sekitar 2.000 ton sampah per hari dan menghasilkan listrik sekitar 40 megawatt.

"Untuk kegiatan ini, total tenaga kerja yang akan terserap nanti ada 1.500 tenaga kerja dan akan menghasilkan listrik sekitar 40 Megawatt. Ini akan memperkuat ketersediaan energi di Provinsi Jawa Barat," katanya.

Ia juga menyebut PSEL Legok Nangka dirancang memiliki kapasitas pembangkit sebesar 40,79 megawatt (MW) dengan kemampuan mengolah sekitar 2.000 ton sampah per hari.

Proyek senilai sekitar 400 juta dolar Amerika Serikat atau sekitar Rp7,2 triliun itu ditargetkan beroperasi pada akhir 2029 setelah masa konstruksi sekitar 41 bulan serta diarahkan menjadi solusi pengelolaan sampah perkotaan, fasilitas tersebut diproyeksikan mampu mengurangi emisi gas rumah kaca sekitar 311 ribu ton karbon dioksida ekuivalen. Ant

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Keiko Fujimori Sah Jadi Presiden Baru Ke-9 Peru

27 menit yang lalu | Deri Henriawan

Luar Negeri
Keiko Fujimori Sah Jadi Pre...
Nasional
Menteri LH Sebut Lingkungan...
  • Begini Kronologi Lengkap Bentrokan Warga di Jalan Tambak Jakarta Pusat yang Menewaskan Satu Orang
    Preview komentar:
    2 kelompok warga, itu warga mana dg warga ...
  • Kementan Bantu Bibit Kelapa untuk Petani Barito Kuala, Produktivitas Perkebunan Ditingkatkan.
    Preview komentar:
    Di barisan paling depan, Kementerian Pertanian memainkan ...
    Keren
  • Penutupan Perlintasan Liar Kereta di Kediri
    Preview komentar:
    Wah, berarti kalau sehari hari kan lewat perlintasan ...

Jadwal dan Harga Tiket GIIAS 2026, Dijual Mulai Rp50 Ribu

Jadwal dan Harga Tiket GIIAS 2026, Dijual Mulai Rp50 Ribu

29 Jul 2026
Pilihan Pembaca
# 5
Pelaku Usaha Tunggu Kepastian BI
📅 Rabu, 29-Jul-2026
# 5
Pelaku Usaha Tunggu Kepastian BI
📅 Rabu, 29-Jul-2026
Pelaku Usaha Tunggu Kepastian BI
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.