Mahantam: Tradisi yang Tetap Dijaga di Tengah Pemulihan Bencana
📅 Kamis, 19 Mar 2026, 02:14 WIB | Oleh: OpikMeski dilaksanakan berbeda, maknanya tetap sama. Bagi warga, keberadaan daging saat Lebaran bukan sekadar pelengkap, melainkan bagian penting dari tradisi yang tidak boleh hilang.
“Di sini, yang dipikirkan saat hari raya itu tiga, baju Lebaran, kue, dan daging. Walaupun keadaan susah, tetap harus ada daging. Sajian hari pertama harus daging,” tambahnya
Meski ada penyesuaian, mahantam menjadi bukti bahwa tradisi ini tidak lagi sekadar praktik patungan, tetapi berubah menjadi simbol kepedulian dan keberpihakan terhadap mereka yang paling membutuhkan.
Lebaran tahun ini mungkin terasa berbeda bagi banyak warga di Agam. Namun, melalui mahantam, mereka menunjukkan bahwa tradisi bukan hanya tentang mempertahankan kebiasaan lama, tetapi juga tentang menemukan cara baru untuk tetap bersama. Di situlah, makna sejati dari perayaan itu berada.Ant
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!