Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Pemkab dan BPOM Kerja Sama Edukasi Pedagang Tradisional di Pamekasan

📅 Jumat, 23 Agu 2024, 00:32 WIB | Oleh: Tim Penulis
Pemkab dan BPOM Kerja Sama Edukasi Pedagang Tradisional di Pamekasan Doc: ANTARA/ HO-Disperindag Pamekasan
Ket. Dokumen petugas dari Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) dan BPOM Surabaya saat melalukan kampanye pangan sehat di Pasar Tradisional Kolpajung Pamekasan.

Pamekasan - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pamekasan dan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Surabaya bekerja sama memberikan edukasi tentang pangan aman berbasis komunitas kepada pedagang tradisional di wilayah itu.

Menurut Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Pamekasan Akhmad Basri Yulianto di Pamekasan, Jawa Timur, Kamis, kegiatan itu dilakukan sebagai upaya untuk mewujudkan sistem perdagangan yang sehat, terutama pangan.

"Titik kerja sama ini pada upaya penyadaran kepada pedagang pasar agar tidak menggunakan bahan pengawet, sehingga tidak membahayakan dan merugikan konsumen," kata Basri.

Selain itu, BPOM juga melakukan pemeriksaan dan pengujian makanan yang dijual pedagang tentang kemungkinan adanya bahan pengawet dari makanan mereka jual.

"Pengujiannya terhadap boraks, formalin, rhodamine B, biasanya kalau borak ada bakso, krupuk, lontong, kalau formalin pada ikan," katanya.

Ia menjelaskan dari hasil pemeriksaan yang telah dilakukan itu, tidak ditemukan adanya kandungan berbahaya pada makanan yang dijual pedagang.

"Dari 30 sampel yang diuji oleh tim dari BPOM semuanya negatif," kata Basri.

Meski demikian, pihaknya telah meminta tim pemantau lapangan Disperindag Pemkab Pamekasan tetap memperketat pengawasan dan menggencarkan sosialisasi serta menyadarkan mereka akan bahaya penggunaan bahan pengawet.

"Pedagang yang menjadi sasaran program kerja sama ini, sementara para pedagang di Pasar Kolpajung, Pamekasan dan selanjutnya kepada para pedagang lain di berbagai pasar tradisional yang ada di Pamekasan ini," kata Basri Yulianto.

Sementara itu, menurut Tim Pelaksana Pelayanan Permintaan Informasi dan Pengaduan BPOM Surabaya Rika Yustiarni, kerja sama yang dicanangkan Pemkab Pamekasan sebagai bentuk komitmen pemerintah setempat dalam memantau peredaran makanan yang aman dan bebas bahan yang mengandung bahan pengawet.

"Selain bertugas mengedukasi masyarakat pedagang, kami juga menguji bahan pangan yang dijual pedagang, termasuk pula hasil belanja pembeli," katanya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Ekonomi
Berpotensi Melemah Lanjutan...
Olahraga
Iran Membidik Langkah Berse...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

03 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.