Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Jalur Selatan Tawarkan Mudik dengan Pengalaman yang Berbeda

📅 Kamis, 26 Mar 2026, 18:22 WIB | Oleh:
Jalur Selatan Tawarkan Mudik dengan Pengalaman yang Berbeda Doc: ANTARA/Farika Nur Khotimah
Ket. Pemudik sedang mengantri di Jembatan Cirahong, Ciamis, Jawa Barat pada Senin (16/3).

CIREBON - Perjalanan mudik di Pulau Jawa perlahan-lahan berubah, terutama dengan kehadiran jalan tol yang kini menjadi pilihan utama bagi banyak orang yang ingin segera tiba di kampung halaman.

Namun, bagi yang ingin menikmati perjalanan atau bernostalgia, jalur selatan menawarkan pengalaman yang berbeda. Jalur ini lebih panjang, lebih pelan, dan penuh persinggahan.

Dalam "Susur Mudik 2026", tim Antara menempuh perjalanan dari Jakarta menyusuri jalur selatan hingga pantai utara Jawa untuk melihat dinamika arus mudik, sekaligus merasakan kembali pengalaman perjalanan yang dulu akrab bagi para pemudik.

Jalur lama yang kini lebih lengang

Perjalanan dimulai dari Jakarta menuju Bandung, lalu berlanjut ke jalur selatan melalui kawasan Nagreg. Ruas ini sejak lama dikenal sebagai salah satu titik krusial dalam arus mudik menuju Jawa Tengah.

Namun, memasuki H-5 Lebaran, kondisi lalu lintas masih lancar. Kendaraan belum menunjukkan kepadatan signifikan seperti yang biasa terjadi pada puncak arus mudik.

Memasuki wilayah Garut, Tasikmalaya, Ciamis, hingga Banjar, perjalanan terasa lebih longgar. Jalanan relatif mulus dan memberi ruang bagi pengendara untuk berhenti sejenak tanpa mengganggu arus kendaraan.

Salah satu titik yang disinggahi adalah Jembatan Cirahong, penghubung Tasikmalaya dan Ciamis yang memiliki jalur ganda untuk kendaraan dan kereta api. Infrastruktur lama ini masih aktif digunakan dan menjadi bagian dari perjalanan di jalur selatan.

Persinggahan yang memberi warna

Dari Banjar, perjalanan berlanjut menuju Cilacap dan memasuki jalur pesisir selatan. Di rute ini, tim sempat singgah di Masjid As-Shodiqin yang berada di perbatasan Jawa Barat dan Jawa Tengah.

Masjid ini memiliki arsitektur yang tidak biasa. Bangunan utama dikelilingi danau buatan, lengkap dengan perahu yang dapat digunakan pengunjung untuk berkeliling. Di tengah perjalanan darat yang panjang, tempat ini menjadi titik berhenti yang memberi jeda sebelum melanjutkan perjalanan.

Perjalanan dilanjutkan ke Pantai Menganti di Kabupaten Kebumen. Pantai ini merupakan bagian dari kawasan Geopark Kebumen yang telah diakui sebagai UNESCO Global Geopark.

Namun, suasana yang terlihat justru berbeda dari destinasi wisata pada umumnya. Kawasan pantai terpantau lengang, bahkan area parkir terlihat kosong tanpa kendaraan roda empat.

Sepanjang akses menuju pantai, kendaraan dapat berhenti di pinggir jalan tanpa mengganggu lalu lintas. Kondisi ini menunjukkan jalur selatan belum mengalami lonjakan signifikan menjelang puncak arus mudik.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Megapolitan
Jakarta Terus Berupaya Meng...
Luar Negeri
Aksi Protes Siswa Rusuh, Ra...

Gol Kevin Diks Melecut Semangat Mengejar Satu Gol Lagi

1.5 jam yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Gol Kevin Diks Melecut Sema...
Advertisement
FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti

FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti

01 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.