Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Program MBG: BGN Hentikan Operasional Sejumlah SPPG Terkait Kualitas Makanan

📅 Sabtu, 28 Feb 2026, 16:04 WIB | Oleh: Tim Penulis
Program MBG: BGN Hentikan Operasional Sejumlah SPPG Terkait Kualitas Makanan Doc: ANTARA
Ket. Kepala Badan Gizi Nasional Dadan Hindayana dalam konferensi pers Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di SPPG Cibuluh 1, Kota Bogor, Jawa Barat, Sabtu (28/2/2026).

KOTA BOGOR – Kepala Badan Gizi Nasional, Dadan Hindayana, menyatakan pihaknya menghentikan operasional sejumlah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) sebagai langkah evaluasi menyusul ditemukannya persoalan kualitas makanan dalam pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Pernyataan tersebut disampaikan Dadan dalam konferensi pers Program MBG di SPPG Cibuluh 1, Kota Bogor, Jawa Barat, Sabtu (28/2).

Menurut Dadan, penghentian operasional dilakukan sebagai bentuk pengawasan terhadap standar mutu makanan yang disalurkan kepada penerima manfaat. Lama penghentian operasional akan ditentukan berdasarkan tingkat permasalahan yang ditemukan di lapangan.

“SPPG yang mengalami kejadian kami hentikan operasionalnya, dan lamanya penghentian tergantung seberapa berat kasus yang terjadi,” kata Dadan.

Ia menjelaskan, evaluasi dilakukan setelah adanya laporan terkait gangguan kesehatan yang diduga berkaitan dengan kualitas makanan. Dalam pencatatan BGN, satu kejadian dihitung berdasarkan satuan pelayanan, sementara jumlah penerima manfaat yang terdampak dapat berbeda-beda.

Dadan menuturkan, pada periode sebelumnya tercatat sekitar 50 SPPG mengalami kejadian, dengan jumlah penerima manfaat yang mengalami gangguan pencernaan mencapai sekitar 1.200 orang. Angka tersebut kemudian menurun menjadi sekitar 40 kejadian setelah dilakukan perbaikan dan pengawasan lebih ketat.

BGN, lanjutnya, terus memperbaiki sistem pengawasan dengan memperketat kualitas bahan baku, proses pengolahan, serta standar penyajian makanan di setiap satuan pelayanan.

Selain itu, pihaknya meminta SPPG memperjelas informasi menu, nilai gizi, dan harga komponen makanan agar penyajian lebih transparan serta mudah dievaluasi.

Dadan menegaskan, bahan pangan yang digunakan dalam program MBG tetap diarahkan berbasis sumber daya lokal, namun kualitas menjadi prioritas utama. Jika ditemukan bahan pangan yang tidak layak, pihak pelaksana diminta menunda distribusi dibandingkan memaksakan penyaluran makanan dengan mutu kurang baik.

Ia menambahkan, BGN tidak ragu menghentikan operasional satuan pelayanan yang dinilai tidak memenuhi standar, sebagai bagian dari upaya menjaga keamanan pangan dan kepercayaan masyarakat terhadap program.

Program MBG sendiri merupakan intervensi pemerintah di bidang gizi yang menyasar ibu hamil, ibu menyusui, anak balita, hingga peserta didik usia sekolah sebagai upaya memperkuat kualitas sumber daya manusia Indonesia.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Luar Negeri
Harga Energi dan Biaya Hidu...
Megapolitan
Dana Cadangan, Pramono Usul...
Luar Negeri
G7 Akan Lepas 100 Juta Bare...
Luar Negeri
PBB akan Alokasikan Dana un...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.