Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Bahan Baku Program Makan Siang Sekolah Bergizi Harus Lokal, SPPG Diingatkan Jangan Impor

📅 Senin, 21 Sep 2026, 23:59 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Bahan Baku Program Makan Siang Sekolah Bergizi Harus Lokal, SPPG Diingatkan Jangan Impor Doc: ANTARA/ Andi Firdaus.
Ket. Ilustrasi - Petugas Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Cilegon, Banten, mengemas menuMakan Siang Sekolah Bergizi untuk dikirim ke sejumlah sekolah di sekitarnya.

JAKARTA – Anggota Komisi IV DPR RI Johan Rosihan mendorong pemerintah daerah menerbitkan peraturan kepala daerah yang mewajibkan Dapur Satuan Pelayanan Pangan Bergizi (SPPG) menyerap produk perikanan lokal untuk menu Program Makan Siang Sekolah Bergizi.

Menurutnya, kebijakan itu mendesak untuk menghentikan penyeragaman menu nasional yang didominasi telur dan daging ayam.

"Jangan diseragamkan telur dan ayam. Kita belum swasembada telur di masing-masing wilayah, akhirnya telur didatangkan dari luar dan harus menunggu hingga dua minggu sampai sebulan," ujar Johan dikutip dari laman resmi DPR RI, Senin (21/9).

Adapun Johan baru melakukan kunjungan Kerja Spesifik Komisi IV DPR RI ke Balai Pengendalian dan Pengawasan Mutu Hasil Kelautan dan Perikanan (BPPMHKP) Denpasar di Badung, Bali, Jumat (18/9).

Politisi Fraksi PKS itu menilai pola tersebut tidak efisien dan berisiko. Penyedia dapur di wilayah pesisir justru terpaksa mendatangkan bahan pangan dari luar daerah dengan waktu tempuh lama, padahal hasil laut melimpah di sekitar mereka.

"Pemerintah daerah tidak usah ragu, penerbitan surat bupati atau Perda bisa mewajibkan penyedia Dapur Makan Siang Sekolah Bergizi menyerap produk perikanan lokal yang jelas lebih segar dan melimpah," tegasnya.

Johan menjelaskan, sebagian besar daerah di Indonesia memiliki wilayah pesisir dengan potensi tangkapan besar.

Penggunaan ikan segar dari laut terdekat tidak hanya menjamin gizi, tetapi juga meminimalisir risiko keracunan di Dapur Makan Siang Sekolah Bergizi.

"Ikan itu mudah diolah dan diambil dari laut terdekat, sehingga ikannya dijamin segar. Kalau produknya segar dan penjaminan mutunya dikawal oleh Balai Mutu KKP, kita pastikan di dapur-dapur SPPG tidak ada risiko keracunan. Sebaliknya, kualitas bahan pangan yang didatangkan dari jauh justru lebih berisiko," katanya.

Selain aspek kesehatan, legislator asal Nusa Tenggara Barat itu menekankan dampak ekonomi. Penyerapan ikan lokal akan memberikan multiplier effect bagi nelayan dan menggerakkan rantai logistik daerah.

"Manfaatkan produk lokal, maka dengan kebijakan seperti itu, insyaallah Program MBG akan diterima dengan baik oleh seluruh rakyat. MBG sebagai mata rantai logistik daerah dapat terwujud, gizi anak-anak terjamin, dan hasil tangkapan nelayan lokal langsung terserap pasar," pungkasnya.

Dorongan tersebut disambut langkah proaktif KKP. Sekretaris Jenderal KKP Andi Artha memaparkan BPPMHKP Bali telah memfasilitasi penyediaan bahan baku ikan bermutu tinggi ke Unit Pelayanan Makan Bergizi, dengan suplai daging trimming tuna dan barramundi yang kaya protein untuk variasi menu MBG.

KKP juga memastikan pengawasan dan sertifikasi rantai pasok ikan lokal untuk menjamin bebas cemaran mikrobiologi dan logam berat, sejalan dengan data Badan Pangan Nasional dan KKP soal pemanfaatan potensi perikanan tangkap dan budidaya nasional untuk pemenuhan gizi dan penanganan stunting.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Mohon Dukungan Doa! Paus Leo XIV Akan Jalani Operasi Paru-paru di Roma
    Turut mendoakan, semoga operasinya berjalan baik dan lancar ...
  • Peringkat FIFA Melesat, Timnas Indonesia Dipastikan Lolos Langsung ke Putaran Kedua Kualifikasi Piala Dunia 2030
    Masa depan timnas kita sepertinya makin cerah, sangat ...
  • Kolaborasi Industri dan Akademisi Diperkuat, Seequent Dorong Kapasitas Geosains Indonesia
    How can collaboration between industry and academic institutions ...
  • Mengapa Tak Banyak Mahasiswa Asing yang Mau Kuliah di Indonesia?
    What factors might discourage international students from pursuing ...
  • Sangat Memprihatinkan Rumah Dinas TNI untuk Judol, Pelaku Kini Ditahan
    oknum2 begini ini yg bikin citra loreng jadi ...

OJK Perketat Transparansi Pinjaman Online

43 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Nasional
OJK Perketat Transparansi P...
Nasional
436 Prajurit TNI AU Resmi j...
Advertisement
Presiden Prabowo Subianto dan Fadli Zon Bahas Percepatan Revitalisasi Museum dan Keraton.

Presiden Prabowo Subianto dan Fadli Zon Bahas Percepatan Revitalisasi Museum dan Keraton.

13 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.