Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Perbaikan Sekolah Rusak Ditargetkan Tuntas dalam Dua Tahun

📅 Kamis, 13 Agu 2026, 03:17 WIB | Oleh: Tim Penulis
Perbaikan Sekolah Rusak Ditargetkan Tuntas dalam Dua Tahun Doc: Antara
Ket. Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi memberikan keterangan media di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (12/8/2026).

JAKARTA - Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi mengatakan perbaikan seluruh sekolah yang mengalami kerusakan harus tuntas paling lama dalam dua tahun.

“Tahun depan kita berharap itu bisa sampai di 100 ribu, sehingga dalam dua tahun ke depan paling lama semua sekolah kita harus sudah diperbaiki. Itu dari sisi fisik sekolahnya ya,” kata Prasetyo di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (12/8).

Prasetyo mengatakan pemerintah terus mengebut perbaikan sekolah-sekolah rusak di berbagai daerah di Tanah Air. Dia menjelaskan pemerintah pada awalnya mengalokasikan program perbaikan sekitar 17 ribu sekolah pada 2026.

Namun, setelah menerima laporan dan data mengenai kondisi sekolah, Presiden Prabowo Subianto memberikan arahan agar cakupan perbaikan diperluas.

Pemerintah kemudian menambah sekitar 60 ribu titik sekolah yang diperbaiki atau direnovasi pada tahun ini. Dengan penambahan tersebut, jumlah sekolah yang ditangani pada 2026 diperkirakan mendekati 80 ribu.

Menurut Prasetyo, percepatan tersebut dimungkinkan melalui evaluasi terhadap penggunaan anggaran selama tahun berjalan.

Pemerintah, kata dia, melakukan penyisiran terhadap anggaran yang dinilai kurang produktif untuk kemudian direalokasikan ke program yang memiliki dampak lebih besar. “Karena itulah kita bisa menambah yang tadinya hanya 17.000 kita punya kemampuan sekarang untuk menambah 60.000,” ujarnya.

Dia mengatakan pola penyesuaian anggaran tersebut menjadi salah satu cara pemerintah merespons kebutuhan yang ditemukan di lapangan.

Dengan demikian, program yang semula telah ditetapkan masih dapat diperluas apabila terdapat kebutuhan yang lebih mendesak. “Ini juga akibat dari keberhasilan kita terus menerus melakukan penyisiran terhadap anggaran-anggaran yang memang dirasa kurang produktif untuk direalokasi ke program-program yang jauh lebih berdampak,” kata dia.

Sebelumnya, Presiden Prabowo mengatakan pemerintah mempercepat rehabilitasi sekolah yang mengalami kerusakan. Hingga akhir tahun ini, pemerintah menargetkan memperbaiki 67 ribu sekolah.

“Tahun 2027 saya instruksikan harus lebih dari 100 ribu sekolah yang sekian belas tahun tidak disentuh,” kata Prabowo pada puncak peringatan Hari Lahir (Harlah) Partai Kebangkitan Bangsa di Jakarta Convention Center (JCC), Senayan, Jakarta, Kamis (23/7). Ant/S-2

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
  • Mohon Dukungan Doa! Paus Leo XIV Akan Jalani Operasi Paru-paru di Roma
    Turut mendoakan, semoga operasinya berjalan baik dan lancar ...
  • Peringkat FIFA Melesat, Timnas Indonesia Dipastikan Lolos Langsung ke Putaran Kedua Kualifikasi Piala Dunia 2030
    Masa depan timnas kita sepertinya makin cerah, sangat ...
  • Kolaborasi Industri dan Akademisi Diperkuat, Seequent Dorong Kapasitas Geosains Indonesia
    How can collaboration between industry and academic institutions ...
  • Mengapa Tak Banyak Mahasiswa Asing yang Mau Kuliah di Indonesia?
    What factors might discourage international students from pursuing ...

Tips Menjalankan Bisnis Waralaba

27 menit yang lalu | Ones

Rona
Tips Menjalankan Bisnis War...
Nasional
Terungkap! Ini Isi Pertemua...
Olahraga
Fajar/Fikri Belum Puas mesk...
Advertisement
2,4 Ton Dry Ice Dijatuhkan dalam Uji Coba Penanggulangan Kabut Asap di Sumatera Selatan

2,4 Ton Dry Ice Dijatuhkan dalam Uji Coba Penanggulangan Kabut Asap di Sumatera Selatan

19 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.