Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
pasang iklan di koran jakarta
Ads

Rupiah Tertekan di Awal Pembukaan Perdagangan! Sinyal Suku Bunga The Fed Lebih Lama Tinggi Bikin Pasar Gelisah

28 Jumat, 20 Feb 2026, 13:05 WIB | Oleh: Tim Penulis
Rupiah Tertekan di Awal Pembukaan Perdagangan! Sinyal Suku Bunga The Fed Lebih Lama Tinggi Bikin Pasar Gelisah Rupiah Tertekan di Awal Pembukaan Perdagangan! Sinyal Suku Bunga The Fed Lebih Lama Tinggi Bikin Pasar Gelisah Doc: ANTARA/ Dhemas Reviyanto
Ket. Petugas menunjukkan uang pecahan rupiah dan dolar AS di gerai penukaran mata uang asing Dolarindo, Melawai, Jakarta.

JAKARTA – Nilai tukar rupiah kembali melemah di tengah meningkatnya ekspektasi bahwa suku bunga acuan milik Federal Reserve akan bertahan lebih tinggi dalam waktu yang lebih lama.

Sikap higher for longer tersebut mendorong penguatan dolar AS dan memicu arus modal keluar dari pasar negara berkembang, termasuk Indonesia.

Tekanan terhadap rupiah tidak hanya dipengaruhi faktor eksternal, tetapi juga sentimen global yang cenderung berhati-hati.

Imbal hasil obligasi AS yang tetap menarik membuat investor global melakukan reposisi portofolio ke aset berdenominasi dolar. Dalam situasi ini, ruang penguatan rupiah menjadi terbatas, meski fundamental domestik relatif stabil.

Ke depan, pergerakan rupiah akan sangat bergantung pada sinyal kebijakan moneter The Fed serta respons otoritas dalam menjaga stabilitas pasar keuangan.

Intervensi terukur dan penguatan daya tarik instrumen domestik menjadi kunci untuk meredam volatilitas yang berpotensi berlanjut.

Nilai tukar rupiah pada pembukaan perdagangan di Jakarta, Jumat (20/2), bergerak melemah 9 poin atau 0,05 persen menjadi Rp16.903 per dolar AS dari sebelumnya Rp16.894 per dolar AS.

Research and Development Indonesia Commodity and Derivatives Exchange (ICDX) Taufan Dimas Hareva mengatakan potensi pelemahan rupiah seiring ekspektasi suku bunga AS bertahan lebih tinggi dalam waktu lebih lama.

“Nilai tukar rupiah diperkirakan bergerak relatif stabil dengan kecenderungan melemah terbatas pada perdagangan hari ini di level Rp16.800-Rp16.950 per dolar AS. Tekanan terhadap rupiah masih berasal dari penguatan dolar AS di pasar global, seiring ekspektasi suku bunga Amerika Serikat yang bertahan lebih tinggi dalam waktu lebih lama,” ungkapnya di Jakarta.

Kendati demikian, lanjutnya, pelemahan diperkirakan takkan terlalu dalam karena pelaku pasar domestik masih mencermati langkah stabilisasi otoritas moneter serta kondisi fundamental ekonomi Indonesia yang relatif terjaga.

Melihat sisi domestik, sentimen utama berasal dari kebijakan suku bunga Bank Indonesia (BI), stabilitas inflasi, serta arus modal asing di pasar obligasi dan saham.

Permintaan valas dari korporasi untuk kebutuhan impor dan pembayaran kewajiban luar negeri dinilai turut memberikan tekanan jangka pendek.

Namun, surplus neraca perdagangan dan komitmen BI menjaga stabilitas nilai tukar menjadi faktor penahan volatilitas rupiah agar tetap terkendali di tengah dinamika global.

Secara keseluruhan, pelaku pasar dalam sepakan ke depan dinyatakan bakal mencermati rilis data ekonomi AS seperti inflasi dan indikator ketenagakerjaan, yang akan mempengaruhi arah kebijakan Federal Reserve dan pergerakan dolar AS.

Perkembangan imbal hasil obligasi AS, sentimen risiko global, serta dinamika harga komoditas turut bakal menjadi katalis penting bagi pergerakan rupiah.

“Kombinasi faktor eksternal dan domestik tersebut berpotensi menjaga rupiah dalam rentang fluktuasi yang moderat, dengan bias pergerakan masih sensitif terhadap arah dolar AS,” kata Taufan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Ekspor Tembus 4,85 Miliar Dolar AS, UGM Dorong Teknologi Hijau Industri Kulit
    Ekspor kulit tembus 4,85 miliar dolar AS, UGM ...
  • GrabMart Catat Lonjakan Pesanan Dini Hari, Strategi Pemasaran Brand Perlu Berubah
    Banyak sekarang pekerja kantoran sampe rumah malam, lalu ...
  • Polisi Jambi Tangkap Tiga Pelaku Pembobol Pipa Pertamina
    percayalah pencurian tidak akan terjadi kalau biaya hidup ...
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta
Luar Negeri
Inggris Berencana Hidupkan ...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
RI Bidik E50, 320 Pabrik Etanol Baru Dibutuhkan untuk Pangkas Impor Energi  Triliunan Rupiah

RI Bidik E50, 320 Pabrik Etanol Baru Dibutuhkan untuk Pangkas Impor Energi Triliunan Rupiah

28 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.