Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Cegah Karhutla Makin Meluas, Tahura Dishut Kalsel Bentuk 18 Masyarakat Peduli Api

📅 Sabtu, 22 Agu 2026, 00:25 WIB | Oleh:
Cegah Karhutla Makin Meluas, Tahura Dishut Kalsel Bentuk 18 Masyarakat Peduli Api Doc: Antara foto/HO-Tahura Sultan Adam
Ket. Petugas Tahura Sultan Adam memadamkan titik kebakaran hutan di Kecamatan Aranio, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan.

BANJARBARU - Tahura Sultan Adam Dinas Kehutanan Provinsi Kalimantan Selatan membentuk 18 Masyarakat Peduli Api (MPA) di 17 desa dengan masing-masing 15 anggota sebagai strategi melibatkan masyarakat dalam memperkuat pencegahan dan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Kepala UPTD Tahura Sultan Adam Dishut Kalsel Ainun Jariah di Banjarbaru, Jumat, mengatakan pembentukan MPA berbasis desa tersebut dilakukan untuk memperkuat upaya pencegahan kebakaran yang mengancam setiap musim kemarau, terlebih kemarau tahun ini diprediksi lebih panjang dan dipengaruhi El Nino.

“Kondisi cuaca yang semakin panas menyebabkan sebagian tanaman mulai mengering dan menjadi bahan bakar yang berpotensi memicu karhutla, terutama pada areal rehabilitasi daerah aliran sungai (DAS) di Tahura Sultan Adam yang sebelumnya merupakan lahan kritis dan didominasi padang alang-alang,” ujarnya.

Ia mengatakan tingginya potensi kebakaran pada areal rehabilitasi DAS tersebut tidak menyurutkan semangat rimbawan Tahura Sultan Adam bersama MPA untuk tetap melakukan patroli, piket di posko, serta pemadaman apabila terjadi karhutla di wilayah Tahura Sultan Adam.

“Para rimbawan dan MPA terus bersiaga siang dan malam dengan perlengkapan pendukung, seperti jetshooter, sepatu bot, kacamata, masker, senter kepala dan kepyok, untuk menghadapi ancaman kebakaran sekaligus menjaga kawasan hutan dari bahaya karhutla,” katanya.

Ainun menyebutkan pembentukan 18 MPA di 17 desa tersebut mendapat dukungan PPKH pelaksana rehabilitasi DAS sebagai bagian dari upaya memperkuat keterlibatan masyarakat dalam menjaga kawasan hutan, terutama menghadapi kondisi cuaca panas dan kering selama musim kemarau.

Ia menegaskan keberadaan hutan konservasi Tahura Sultan Adam sangat penting dalam menjaga sistem hidrologis Waduk Riam Kanan sehingga masyarakat sekitar hutan diimbau turut berkontribusi dalam mencegah karhutla dengan tidak melakukan aktivitas yang berpotensi menimbulkan kebakaran.

“Masyarakat di dalam kawasan hutan dilarang membuka lahan dengan cara membakar, melakukan perburuan liar, membakar untuk tujuan tertentu, serta kegiatan lainnya yang berpotensi menyebabkan karhutla. Kebakaran hutan dapat mengganggu kesehatan, merusak ekosistem hutan serta mengancam tumbuhan dan satwa liar,” ujar Ainun.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar

Lagi Gandrung, Semua Mau Dihilirisasi, Termasuk Rumput Laut

24 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Daerah
Lagi Gandrung, Semua Mau Di...
Luar Negeri
Korea Utara Kembali Luncurk...
Daerah
Disdag Mataram: Pekan Ini P...
Advertisement
Makin Tertekan, INACA Desak Pajak Sparepart Pesawat Juga Bisa Ditekan jadi 0%

Makin Tertekan, INACA Desak Pajak Sparepart Pesawat Juga Bisa Ditekan jadi 0%

04 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.