Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Rupiah Ambruk 5,5 Persen Sepanjang Tahun Ini, Investor Pilih Berlindung di Balik Dolar AS

📅 Jumat, 21 Agu 2026, 21:35 WIB | Oleh: Tim Penulis
Rupiah Ambruk 5,5 Persen Sepanjang Tahun Ini, Investor Pilih Berlindung di Balik Dolar AS Doc: ANTARA/ Muhammad Adimaja.
Ket. Ilustrasi - Petugas menunjukan uang pecahan dolar AS dan rupiah di Bank BSI, Jakarta.

JAKARTA – Pelemahan rupiah sepanjang tahun ini mencerminkan tingginya sensitivitas pasar domestik terhadap tekanan eksternal.

Ketidakpastian geopolitik dan arah kebijakan moneter global, khususnya Amerika Serikat (AS), mendorong investor cenderung memilih aset yang lebih aman sehingga meningkatkan tekanan terhadap rupiah.

Jika berlangsung berkepanjangan, kondisi ini dapat memperbesar volatilitas nilai tukar dan menambah tekanan pada biaya impor serta stabilitas ekonomi domestik.

Sepanjang 2026, kurs rupiah terhadap dolar AS hingga, Jumat (21/8), melemah 923 poin atau sekitar 5,50 persen dari akhir tahun lalu menjadi Rp17.694 per dolar AS.

Pada penutupan perdagangan Jumat (21/8), nilai tukar rupiah terhadap dolar AS bergerak menguat 54 poin atau 0,30 persen dari sehari sebelumnya menjadi Rp17.694 per dolar AS.

Research and Development Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX) Muhammad Amru Syifa menilai rupiah menguat setelah memperoleh dukungan dari keputusan Bank Indonesia (BI) untuk mempertahankan BI-Rate di level 5,75 persen.

“Kebijakan tersebut tetap diarahkan untuk menjaga stabilitas rupiah dan inflasi, sekaligus memberikan dukungan terhadap pertumbuhan ekonomi,” ucapnya kepada ANTARA di Jakarta, Jumat.

Melihat sentimen global, pergerakan rupiah masih dipengaruhi oleh arah dolar AS dan imbal hasil Treasury.

Dolar AS disebut sempat mengalami tekanan setelah Pemerintah AS mengumumkan peningkatan pembelian kembali obligasi jangka panjang. Namun, tekanan tersebut tidak berlangsung lama karena imbal hasil Treasury kembali meningkat, sementara kekhawatiran mengenai inflasi dan kondisi fiskal AS masih menjadi perhatian investor.

“Risalah Federal Open Market Committee (FOMC) juga menunjukkan adanya perbedaan pandangan di antara pejabat The Fed mengenai arah suku bunga, sehingga prospek kebijakan moneter AS masih menjadi perhatian pasar,” ungkap Amru.

Kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia pada hari ini juga bergerak menguat di level Rp17.705 per dolar AS dari sebelumnya Rp17.779 per dolar AS.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...

KPK Berharap Nusron Wahid Kooperatif

33 menit yang lalu | Ones

Nasional
KPK Berharap Nusron Wahid K...

Capaian realisasi investasi nasional

41 menit yang lalu | Fajar Alim M

Ekonomi
Capaian realisasi investasi...

Dua tahun pemerintahan Prabowo

41 menit yang lalu | Fajar Alim M

Nasional
Dua tahun pemerintahan Prabowo
Advertisement
Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.