Pemkot Pariaman Kembangkan Batik Sampan Lewat Pelatihan Warga dan Industri Rumah Tangga
📅 Kamis, 09 Jul 2026, 06:00 WIB | Oleh: Tim PenulisPariaman - Pemerintah Kota Pariaman, Sumatera Barat, melatih 20 warga di daerah itu untuk memproduksi batik cap sebagai upaya memperkuat industri rumah tangga sekaligus mendukung pengembangan ekonomi kreatif berbasis potensi lokal.
"Kami mempunyai program unggulan Satu Rumah Satu Industri Rumah Tangga. Program ini bertujuan untuk memberdayakan setiap rumah tangga dengan keterampilan untuk mendirikan usaha kecil berbasis rumah, seperti pembuatan batik maupun aneka makanan yang bervariasi," kata Wali Kota (Wako) Pariaman Yota Balad di Pariaman, Rabu.
Ia mengatakan pelatihan yang dilaksanakan dari 7 sampai 11 Juli 2026 tersebut dirancang agar peserta tidak hanya memiliki keterampilan memproduksi batik saja tetapi juga mengembangkan kreativitas mereka.
Apalagi, lanjutnya, batik yang diajarkan merupakan potensi lokal yaitu Batik Sampan sehingga diharapkan keterampilan yang diperoleh tidak saja dapat meningkatkan perekonomian mereka namun juga mengembangkan ekonomi kreatif khas daerah itu.
Wako menyampaikan pemerintah daerah berencana memperluas penggunaan Batik Sampan apabila hasil produksi peserta dinilai memenuhi standar kualitas.
Sebaiknya Anda baca juga:
Ia menyebutkan salah satu upaya perluasan penggunaan batik tersebut yaitu pembelian baju batik untuk dibagikan secara gratis kepada siswa sekolah dasar pada 2027.
"Insya Allah untuk tahun 2027 kita usahakan batik ini dipakai siswa SD se-Kota Pariaman dan juga akan kita intervensi supaya siswa SMA di Kota Pariaman juga memakainya sehingga batik yang dibuat hari ini bisa terkenal, ada hasilnya dan dapat dirasakan masyarakat Kota Pariaman," katanya.
Pelaksana Tugas Kepala Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi dan UKM Kota Pariaman Deddy Kurnia Ilahi mengatakan pelatihan tersebut bertujuan memberikan keterampilan teknis pembuatan batik cap sekaligus menumbuhkan jiwa kewirausahaan peserta.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Pelatihan ini untuk merangsang lahirnya industri rumah tangga baru, mengubah peran masyarakat rentan dari konsumen menjadi produsen kreatif yang mandiri secara finansial," ujar dia.
Oleh karena itu, lanjutnya seluruh peserta berasal dari kelompok masyarakat desil 1 hingga desil 5. Peserta tersebut, tambahnya juga memperoleh bantuan usaha berupa paket peralatan batik lengkap di antaranya canting cap, meja cap, wajan, kompor, kain, pewarna, 'water glass' atau sodium silicate, serta soda ash untuk mendukung usaha mereka setelah latihan selesai.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!