Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Dampak Karhutla Waga Diminta Waspada! Kualitas Udara di Sejumlah Daerah Masuk Kategori Peringatan

📅 Sabtu, 22 Agu 2026, 00:33 WIB | Oleh:
Dampak Karhutla Waga Diminta Waspada! Kualitas Udara di Sejumlah Daerah Masuk Kategori Peringatan Doc: Antara foto
Ket. Kepala Bidang Pengendalian Pencemaran DLHP Sumsel Idrus Salam.

PALEMBANG - Dinas Lingkungan Hidup dan Pertanahan (DLHP) Sumatera Selatan menyebutkan kualitas udara di sejumlah kabupaten dan kota di provinsi itu mulai masuk kategori peringatan akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Kepala Bidang Pengendalian Pencemaran DLHP Sumsel Idrus Salam di Palembang, Jumat, mengatakan kondisi tersebut ditandai dengan meningkatnya nilai Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) di sejumlah daerah serta munculnya kabut asap tipis pada waktu tertentu.

Berdasarkan pemantauan DLHP Sumsel, nilai ISPU tertinggi tercatat di Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) dengan angka 180, kemudian Kabupaten Ogan Ilir (166), Musi Rawas (159), Kota Palembang (141), dan Kota Prabumulih (140).

“Kalau berdasarkan data yang ada, itu sudah memasuki warning. Tapi memang belum sampai terlalu parah,” katanya.

Pihaknya masih terus memantau perkembangan titik panas dan kualitas udara sebagai langkah antisipasi memburuk kondisi udara akibat karhutla.

Meski sejumlah daerah mulai masuk tahap peringatan, DLHP Sumsel memastikan belum ada kebijakan untuk membatasi aktivitas masyarakat secara besar-besaran, termasuk meliburkan siswa sekolah maupun pekerja.

“Pembatasan aktivitas baru akan menjadi pertimbangan jika nilai ISPU sudah memasuki kategori berbahaya, yaitu mencapai 301 atau lebih,” katanya.

Ia mengimbau masyarakat, terutama kelompok rentan, mengurangi aktivitas di ruang terbuka apabila kabut asap mulai memekat.

Masyarakat yang memiliki gangguan saluran pernapasan juga diminta lebih waspada dan menghindari paparan asap untuk mencegah kondisi kesehatan memburuk.

“Untuk masyarakat yang sudah ada penyakit asma, itu lebih baik menghindari aktivitas di luar rumah agar nanti tidak mengakibatkan kesehatan terganggu,” kata Idrus.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Menekraf: Aplikasi Digital Kini Jadi Denyut Nadi Aktivitas Masyarakat, Jadi Mesin Baru Pertumbuhan Ekonomi Indonesia
    Membaca pemaparan komprehensif ini membuat saya semakin optimis ...
  • Ekonomi Kreatif dan UMKM Jakarta Mulai Andalkan Cetak 3D untuk Produksi Skala Kecil
    Mengetahui fakta bahwa penggunaan filamen berbasis PLA yang ...
  • Industri Baterai Dipacu, Transisi Energi dan Ekonomi Digital Jadi Kunci
    Ulasan yang sangat komprehensif dari Koran Jakarta mengenai ...
  • Bos Perusahaan AI Dunia Ingin Perlambat Pengembangan, Persaingan AS-Tiongkok Jadi Hambatan
    Sangat disayangkan melihat bagaimana niat baik untuk mengkaji ...
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
Advertisement
IndoBuildTech Expo Detail Sidebar
Luar Negeri
Russia Kebal Krisis Pangan ...
Luar Negeri
Brasil dan AS Bakal Kembali...
Advertisement
Bebas dari Jalur Neraka, Jalan Parung Panjang Rampung Diperbaiki, Truk ODOL Dilarang Melintas!

Bebas dari Jalur Neraka, Jalan Parung Panjang Rampung Diperbaiki, Truk ODOL Dilarang Melintas!

15 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.