Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Pantai Mbawana, Mestika di Titik Kesunyian Sumba

📅 Jumat, 20 Feb 2026, 07:03 WIB | Oleh:
Pantai Mbawana, Mestika di Titik Kesunyian Sumba Doc: Foto: Dok operator tur PT Flores Komodo Tours
Ket. Sejumlah wisatawan berpose yang dibawa operator tur PT Flores Komodo Tours, berpose di Pantai Mbawana, Kabupaten Sumba Barat Daya, Pulau Sumba, Provinsi Nusa tenggara Timur.

PULAU Sumba bukan sekadar destinasi; ia adalah sebuah identitas yang berdiri kokoh di peta timur Indonesia. Berbeda dengan pulau-pulau tetangganya yang hijau rimbun, Sumba memiliki karakter yang liar, autentik, dan penuh kontras.

Di sini, pengunjung akan menemukan harmoni antara alam yang keras dan budaya Marapu yang kaya. Ciri khas paling mencolok dari pulau ini adalah hamparan sabana luas yang berubah warna menjadi kuning keemasan saat musim kemarau, sebuah lanskap bukit bergelombang menyerupai punggung raksasa tanpa sekat hutan lebat, jauh berbeda dari panorama Sumatra, Kalimantan atau Sulawesi.

Garis pantainya panjang, dibentengi tebing-tebing kapur angkuh yang tak gentar dihantam kuatnya ombak Samudra Hindia. Di antara sekian banyak permata pesisir Sumba, Pantai Mbawana di Kabupaten Sumba Barat Daya, Nusa Tenggara Timur, menempati kedudukan yang istimewa.

Lokasinya berada hampir di ujung barat pulau, menghadap langsung ke arah matahari terbenam dengan riuh ombak yang tak pernah tenang. Garis pantai ini satu deretan dengan Pantai Nihiwatu yang sangat terkenal itu.

Berlari dari Keramaian

Menjangkau Mbawana adalah sebuah ziarah bagi para petualang untuk mencari keheningan. Berjarak sekitar 52 km hingga 59 km dari Tambolaka pusat kota Kabupaten Sumba Barat Daya perjalanan darat memakan waktu sekitar 1,5 hingga 2 jam.

Rute paling cepat adalah melewati area Kodi Bangedo, menawarkan pemandangan desa-desa adat yang eksotis dengan atap rumah khas Sumba dengan asap seperti menara menjulang ke langit. Perjumpaan ini memberikan kesan seolah waktu telah berhenti berputar.

Setibanya di area parkir, tantangan sesungguhnya dimulai. Pengunjung wajib menuruni sekitar 300 anak tangga darurat yang curam dan menantang nyali. Namun, kelelahan fisik segera menguap begitu saja saat kaki menyentuh pasir putih yang halus dan sejuk.

Di Mbawana, tidak ada hiruk-pikuk pedagang asongan atau barisan payung pantai beserta sun lounger atau kursi pantai yang mengganggu pemandangan. Yang ada hanyalah keheningan absolut yang sesekali dipecah oleh suara camar dan deburan ombak yang menggelegar.

Ikon yang Runtuh

Daya tarik utama Mbawana selama dekade terakhir adalah keberadaan tebing karang bolong raksasa yang menyerupai gapura atau cincin alami di bibir pantai sering dijuluki Mbawana Arch atau Batu Bolong. Keberadaanya menjadi ikon pantai ini membuat yang datang tidak pernah melupakan untuk objek swafoto.

Sayangnya, alam memiliki skenarionya sendiri. Pada Senin malam, 16 November 2020, mahkota ikonik ini runtuh. Gempa bumi menghancurkan strukturnya yang rapuh, serta terjangan ombak besar menyebabkan reruntuhannya sebagian menghilang.

Dunia pariwisata Sumba sempat dirundung duka mendalam. Namun, Mbawana dengan cepat membuktikan bahwa pesonanya tidak hanya bersandar pada satu monumen. Reruntuhan batu tersebut kini terserak menjadi fragmen sejarah yang memberikan tekstur baru pada lanskap pantai.

Ia menciptakan suasana melankolis yang puitis; sebuah pengingat akan kekuatan alam yang maha besar di tengah deru ombak. Meskipun “Batu Cincin” telah tiada, Mbawana tetaplah eksotis dengan tebing-tebing megah yang membentengi area pantai, pasir putih yang luas, serta cakrawala matahari terbenam yang tak tertandingi keindahannya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
gaia musik festival

Perubahan Cuaca Benarkah Dapat Mengakibatkan Infeksi?

45 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Rona
Perubahan Cuaca Benarkah Da...
Megapolitan
Pembangunan SDM dan Pengemb...

Pantai Harus Tampak Indah, tak Boleh Kumuh

53 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Daerah
Pantai Harus Tampak Indah, ...
Megapolitan
Hadapi Musim Kemarau Panjan...
Olahraga
Dua Petenis Terus Bersaing ...
Olahraga
Indonesia Turun Full Team B...
Megapolitan
Kapal Kandas karena Air Sur...

Piala AFF 2026: Laga Penentu Grup A, Vietnam Tak Punya Pilihan Selain Menang atas Indonesia

Piala AFF 2026: Laga Penentu Grup A, Vietnam Tak Punya Pilihan Selain Menang atas Indonesia

03 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.