Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Bukan Sekadar Foto dan Viral, Kini Gen Z dan Milenial Mencari Makna Dalam Berwisata

📅 Senin, 28 Sep 2026, 17:12 WIB | Oleh:
Bukan Sekadar Foto dan Viral, Kini Gen Z dan Milenial Mencari Makna Dalam Berwisata Doc: ANTARA/Budi Candra Setya
Ket. Penari Gandrung menari bersama wisatawan di Desa Wisata Adat Osing Kemiren, Banyuwangi, Jawa Timur, Selasa (22/9).

JAKARTA - Kementerian Pariwisata menyatakan bahwa wisatawan muda yang didominasi milenial dan Generasi Z kini semakin mencari pengalaman yang memiliki makna ketika mengunjungi suatu destinasi.

Deputi Bidang Pemasaran Kemenpar Ni Made Ayu Marthini dalam keterangan resmi yang dikonfirmasi di Jakarta, Senin (28/9), mengatakan adanya tren tersebut mendorong destinasi untuk mengembangkan pariwisata melalui potensi alam dan budaya supaya dapat menjadi pengalaman yang dapat dirasakan langsung wisatawan.

“Gen Z terutama, mereka mencari meaning, ketika berwisata itu harus ada artinya. Itu bertransformasi terhadap pengalaman yang ingin dicapai,” kata Made.

Made mengatakan perubahan minat tersebut terlihat dari cara wisatawan muda menikmati sebuah destinasi. Ia mencontohkan ketika mendaki gunung, Gen Z tidak hanya berfokus mencapai puncak, tetapi juga tertarik mengikuti atraksi atau melihat berbagai hal menarik sepanjang perjalanan.

Menurut dia, Indonesia memiliki potensi yang kaya untuk dikembangkan menjadi paket wisata berbasis pengalaman. Namun, tantangan terbesar adalah menerjemahkan potensi tersebut menjadi aksi yang dapat memberikan pengalaman bagi wisatawan.

Wisata pengalaman (experiential tourism) merupakan salah satu upaya untuk mewujudkan pariwisata Indonesia yang semakin berkualitas. Penerapannya perlu memadukan tiga komponen, yakni penghargaan terhadap budaya, alam, dan koneksi antarmanusia.

Sejak tahun lalu, katanya, Kementerian Pariwisata mulai mengelola wisata pengalaman melalui tiga lini, yakni gastronomi, kebugaran dan kelautan. Pada tahun ini, dua lini baru turut dikembangkan yaitu wisata wastra serta wisata seni dan budaya.

Made mengatakan kekayaan wastra Indonesia dapat dikembangkan lebih jauh sebagai bagian dari wisata pengalaman. Ia mencontohkan Pekalongan yang telah masuk UNESCO Creative Cities Network dalam kategori Kerajinan dan Kesenian Rakyat sejak 1 Desember 2014.

Dia menilai wastra dapat diperkenalkan kepada wisatawan melalui berbagai kegiatan interaktif yang dikemas secara menarik sehingga wisatawan tidak hanya melihat hasil akhirnya, tetapi juga dapat lebih mengenal kekayaan budaya tersebut.

Sementara itu, untuk wisata seni dan budaya, Made menyebut kekayaan budaya Indonesia yang melimpah masih belum dimanfaatkan secara optimal oleh pemangku kepentingan pariwisata.

Oleh karenanya, Made mendorong pelaku pariwisata membuat paket wisata yang lebih menarik, salah satunya dengan memanfaatkan tren walking tourism yang berkembang.

Pelaku industri juga didorong untuk menghadirkan variasi paket wisata yang dapat membantu mencegah terjadinya mass tourism karena wisatawan dapat tersebar ke berbagai destinasi dan tidak menumpuk di satu destinasi tertentu.

“Walking tour itu bagus sekali dan menjadi tren saat ini. Misalnya kita bisa memadukan seni dan budaya, wisata wastra, wisata bahari, dengan berjalan kaki ini, Indonesia akan sangat menarik dan pengalamannya dapat. Semakin kreatif, semakin menarik, semakin berbeda, itu yang dicari oleh wisatawan sekarang,” ucapnya Made.

CEO Werkudara Group Fadli Fahmi Ali mengatakan aset alam dan budaya yang dimiliki Indonesia membutuhkan sejumlah tahapan sebelum dapat menjadi sesuatu yang bernilai sebagai pengalaman wisata.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
  • Mentan Bidik Investasi Besar, Industri Bioetanol Nasional Mulai Digenjot
    Langkah strategis dari pemerintah pusat, khususnya melalui jaminan ...
  • Kemenperin Perkuat Kemitraan IKM Singkong dan Industri Nasional
    Langkah Kemenperin mengintegrasikan IKM olahan singkong melalui Program ...
  • Industri Bioetanol Indonesia Mau Digenjot, Mentan Bidik Investasi BUMN dan Swasta
    Potensi penghematan devisa negara hingga mencapai Rp500 triliun ...
Megapolitan
Polsek Pasar Minggu Kenalka...
Advertisement
Badan Geologi Ingatkan soal Gas Beracun di Balik Blue Fire Papandayan

Badan Geologi Ingatkan soal Gas Beracun di Balik Blue Fire Papandayan

28 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.