PTPN III Gandeng Unpad Perkuat Riset dan Transformasi Perusahaan
📅 Jumat, 02 Okt 2026, 13:32 WIB | Oleh: Haryo BronoJATINANGOR — Holding Perkebunan Nusantara PTPN III (Persero) memperkuat transformasi bisnis untuk membangun pertumbuhan perusahaan yang berkelanjutan. Strategi tersebut dijalankan secara bertahap, mulai dari menjaga keberlangsungan operasional, membenahi fundamental bisnis, hingga mendorong penciptaan nilai dengan memperhatikan aspek manusia, keuntungan, dan lingkungan (people, profit, planet).
Direktur Utama Holding Perkebunan Nusantara PTPN III (Persero) Denaldy Mulino Mauna menyampaikan strategi tersebut dalam kuliah umum bertajuk “From Turn Around to Sustainable Value Creation” di Bale Sawala, Gedung Rektorat Universitas Padjadjaran (Unpad), Kampus Jatinangor, Kamis (1/10/2026).
Denaldy menjelaskan, transformasi perusahaan harus dilakukan melalui sejumlah tahapan sesuai dengan kondisi dan tantangan yang dihadapi. Tahap awal adalah surviving, yakni memastikan perusahaan tetap bertahan ketika mengalami tekanan kinerja dan kerugian.
“Transformasi atau perubahan yang harus kita lakukan itu ada fase-fasenya. Fase yang pertama adalah surviving. Pada saat kita mengalami kerugian, kita harus berpikir apa yang harus kita lakukan dulu. Kita harus bertahan untuk hidup,” ujar Denaldy.
Setelah kondisi perusahaan mulai stabil, transformasi dilanjutkan ke tahap fix the fundamental. Tahap ini berfokus pada pembenahan fondasi dan proses bisnis agar perusahaan memiliki dasar yang lebih kuat untuk mengembangkan usaha.
Sebaiknya Anda baca juga:
Pembenahan tersebut menjadi bagian dari strategi jangka panjang PTPN III untuk membangun pertumbuhan yang tidak hanya berorientasi pada kinerja keuangan, tetapi juga memperhatikan keberlanjutan usaha dan dampaknya terhadap masyarakat serta lingkungan.
Dalam menjalankan mandat strategis di bidang ketahanan pangan dan energi, PTPN mengelola berbagai komoditas perkebunan, antara lain kelapa sawit, karet, tebu, dan kopi. Perusahaan juga mendapat penugasan untuk mengembangkan komoditas pangan lain, seperti bawang putih, kedelai, dan ubi kayu.
Pengembangan komoditas tersebut membuka peluang untuk memperluas kerja sama dengan berbagai pihak, termasuk perguruan tinggi. Kolaborasi diharapkan mendukung penguatan pengetahuan, penelitian, inovasi, serta pengembangan model bisnis yang menghasilkan nilai tambah.
PTPN III dan Unpad Jalin Kerja Sama
Sebagai bagian dari upaya memperkuat kolaborasi, PTPN III dan Universitas Padjadjaran menandatangani nota kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU) di bidang pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.
Kerja sama tersebut menjadi landasan awal bagi kedua institusi untuk mengembangkan berbagai program yang mendukung pendidikan, riset, pengembangan sumber daya manusia, serta kontribusi kepada masyarakat.
Rektor Unpad Prof. Arief S. Kartasasmita mengatakan, pengalaman transformasi PTPN dapat menjadi bahan pembelajaran bagi mahasiswa maupun pengelola institusi pendidikan. Menurut dia, pengalaman perusahaan dalam menjalankan perubahan dapat memberikan perspektif mengenai pengelolaan organisasi dan pembangunan kelembagaan yang berkelanjutan.
“Ini menjadi pelajaran yang sangat berharga tidak hanya bagi mahasiswa, tetapi juga bagi para pengelola mengenai bagaimana sebetulnya bisnis atau suatu usaha yang baik. Hal ini tentu saja tidak hanya cukup untuk menghasilkan keuntungan, tetapi juga bagaimana dapat memberikan kesejahteraan,” kata Arief.
Menurut Arief, pengelolaan usaha perlu mempertimbangkan manfaat yang lebih luas, termasuk kontribusinya terhadap kesejahteraan. Perspektif tersebut relevan bagi pengembangan institusi yang tidak hanya mengejar hasil ekonomi, tetapi juga menjalankan tanggung jawab sosialnya.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!