Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Selama Ramadan, Pemkab Bogor Pamerkan Artefak Rasulullah di Kawasan Pakansari

📅 Rabu, 18 Feb 2026, 13:18 WIB | Oleh:
Selama Ramadan, Pemkab Bogor Pamerkan Artefak Rasulullah di Kawasan Pakansari Doc: antara foto
Ket. Pameran artefak Rasulullah SAW dan para sahabat di kawasan Pakansari, Kabupaten Bogor, Jabar.

KABUPATEN BOGOR - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor, Jawa Barat (Jabar) memamerkan artefak Rasulullah SAW dan para sahabat selama Ramadan di kawasan Pakansari, Cibinong, guna memberi ruang edukasi sejarah Islam sekaligus menggerakkan ekonomi pelaku UMKM.

Bupati Bogor Rudy Susmanto mengatakan lokasi pameran digeser dari Masjid Nurul Wathon Stadion Pakansari ke Laga Satria Pakansari, karena mempertimbangkan intensitas hujan dan kenyamanan jemaah.

“Awalnya kami siapkan di Masjid Nurul Wathon, tetapi karena intensitas hujan masih cukup tinggi, kasihan jamaah jika selasar dipakai pameran. Maka, kami geser ke Laga Satria supaya lebih nyaman,” kata Rudy di Cibinong, Rabu (18/2).

Menurut dia, pemindahan lokasi dilakukan agar pelaksanaan ibadah, khususnya shalat tarawih, tidak terganggu. Area Laga Satria lebih luas dan terlindungi, sehingga pengunjung tetap bisa beribadah dengan mudah, karena lokasinya berdekatan dengan masjid.

Rudy menambahkan Pemkab Bogor juga berkoordinasi dengan Dinas Koperasi dan UMKM agar pelaku usaha mikro dapat dilibatkan di area luar pameran, sehingga ekonomi masyarakat turut bergerak selama Ramadan.

“Di beberapa lokasi sebelumnya antusiasme masyarakat cukup tinggi. Momentum Ramadan ini kami harapkan bisa menggerakkan UMKM,” ujarnya.

Ketua Panitia, Rieke Iskandar atau Akew menjelaskan pameran bertajuk Hasanah Ukhuwah menampilkan sekitar 45 artefak Rasulullah SAW, keluarga, dan para sahabat yang disebut telah bersertifikat.

Barang-barang tersebut didatangkan dari Malaysia dan dijadwalkan berlangsung selama 30 hari hingga akhir Ramadan. Rencananya, peresmian dilakukan pada Jumat, 2 Ramadhan setelah shalat Jumat.

Untuk menjaga kenyamanan, panitia membatasi jumlah pengunjung maksimal 40 orang setiap sesi masuk. Pengunjung berikutnya akan menunggu hingga sesi sebelumnya selesai.

“Kita batasi maksimal 40 orang supaya nyaman dan bisa mendapat penjelasan dari petugas. Kalau belum sampai 40 orang, tetap bisa masuk,” kata Rieke.

Pameran ini terbuka untuk umum tanpa dipungut biaya, dan masyarakat diimbau menjaga ketertiban serta kesopanan selama berada di lokasi.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Distribusi Kekayaan Harus Diperkuat

14 menit yang lalu | Lukman

Luar Negeri
Distribusi Kekayaan Harus D...

Ratifikasi IEU-CEPA Dorong Daya Saing

14 menit yang lalu | Lukman

Nasional
Ratifikasi IEU-CEPA Dorong ...
Luar Negeri
Ratusan Wanita dan Anak-ana...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
OJK Sebut Ada 8 Pinjol yang Masuk Pengawasan Khusus

OJK Sebut Ada 8 Pinjol yang Masuk Pengawasan Khusus

07 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.