Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Rangkasbitung Memerah, Penjual Bendera Musiman Menjamur ke Jalan, Omzetnya Fantastis!

📅 Senin, 10 Agu 2026, 03:51 WIB | Oleh:
Rangkasbitung Memerah, Penjual Bendera Musiman Menjamur ke Jalan, Omzetnya Fantastis! Doc: ANTARA/Mansur
Ket. Pedagang musiman Bendera Merah Putih di pinggir jalan protokol Multatuli Rangkasbitung Kabupaten Lebak tengah menata dagangan agar menarik pembeli.

LEBAK, BANTEN - Pedagang musiman Bendera Merah Putih menjamur di sejumlah ruas jalan protokol Rangkasbitung Kabupaten Lebak menjelang Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia (RI).

"Saya setiap bulan Agustus berjualan di ruas jalan protokol Multatuli Rangkasbitung, karena penghasilanya relatif lumayan," kata Kartono (40) seorang pedagang Bendera Merah Putih di Lebak, Minggu.

‎Kartono, pedagang musiman yang berasal dari Cirebon , Jawa Barat keempat kali berjualan di ruas jalan protokol Multatuli Rangkasbitung.

Ia setiap tahun untuk mencari penghasilan tambahan dengan berdagang Bendera Merah Putih di Rangkasbitung dan profesi lainnya berjualan di Pasar Cirebon.

‎"Kami sejak sepekan terakhir berjualan di sini bisa menghasilkan total omzet Rp10 juta. Pendapatan sebesar itu relatif lumayan dan dipastikan menjelang HUT Kemerdekaan RI omzet lebih besar lagi," kata Kartono.

‎Ia mengatakan, dirinya berjualan bendera di pinggir jalan protokol Multatuli Rangkasbitung menawarkan berbagai macam jenis bendera mulai dari ukuran yang terkecil hingga ukuran yang terbesar, seperti umbul-umbul, bandir jumbo, bendera background, hingga pernak-pernik dekorasi khas kemerdekaan

‎Harga bendera yang ditawarkan oleh pedagang musiman tersebut tergantung ukuran mulai dari Rp30 ribu hingga Rp150 ribu, tergantung ukuran dan jenis bendera.

‎"Semua bendera dan umbul-umbul serta lainnya itu mengambil dari bos besar di Kota Cirebon dan keuntunganya sistem komisi," katanya menjelaskan.

‎Begitu juga pedagang lainnya, Harun (35) mengatakan penghasilan setiap harinya berjualan bendera merah putih relatif baik dengan omzet berkisar antara Rp1,5 sampai Rp3 juta per hari.

‎Bahkan, penjualan tahun 2025 di jalan protokol Hardiwinangun Rangkasbitung sangat menguntungkan, karena bisa meraih keuntungan bersih sekitar Rp15 juta.

‎Pembelinya hampir semuanya warga di komplek-komplek perumahan juga perkantoran pemerintah daerah setempat termasuk Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dan perusahaan swasta.

‎Meski Kota Rangkasbitung relatif kecil, namun jiwa nasionalisme cukup tinggi dengan dibuktikan tingginya membeli bendera merah putih.

‎ "Kami sangat beruntung berjualan bendera di sini bahkan hari ini hingga pukul 15.30 WIB sudah bisa menjual Rp1,3 juta," kata Harun menambahkan.

‎Sementara itu, sejumlah warga Rangkasbitung Kabupaten Lebak mengaku terbantu dengan keberadaan penjual atribut musiman itu.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
  • Mentan Bidik Investasi Besar, Industri Bioetanol Nasional Mulai Digenjot
    Langkah strategis dari pemerintah pusat, khususnya melalui jaminan ...
  • Kemenperin Perkuat Kemitraan IKM Singkong dan Industri Nasional
    Langkah Kemenperin mengintegrasikan IKM olahan singkong melalui Program ...
Megapolitan
UMKM Sudah Waktunya Manfaat...
Luar Negeri
Ketegangan Tarif Membayangi...
Advertisement
Update Perolehan Medali Sementara Asian Games 2026, Indonesia Naik ke Posisi 13

Update Perolehan Medali Sementara Asian Games 2026, Indonesia Naik ke Posisi 13

30 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.