Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Kemendikdasmen Keluarkan Kebijakan TKA dan Digitalisasi Pembelajaran

📅 Rabu, 11 Feb 2026, 03:17 WIB | Oleh: Tim Penulis
Kemendikdasmen Keluarkan  Kebijakan TKA dan Digitalisasi Pembelajaran Doc: Antara
Ket. Kegiatan Kemendikdasmen menghadirkan simulasi digitalisasi pembelajaran melalui pemanfaatan PID dalam rangkaian kegiatan Konsolidasi Nasional Pendidikan Dasar dan Menengah Tahun 2026 di Gedung PPSDM Kemendikdasmen di Kota Depok, Provinsi Jawa Barat, Selasa (9/2/2026).

JAKARTA - Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) menghadirkan dua simulasi kebijakan pendidikan, yakni tes kemampuan akademik (TKA) dan digitalisasi pembelajaran, dalam rangkaian kegiatan Konsolidasi Nasional Pendidikan Dasar dan Menengah Tahun 2026.

Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen) Fajar Riza Ul Haq mengatakan simulasi yang dihadirkan dalam sesi pameran tersebut bukan untuk sekadar menampilkan capaian, namun juga menjadi ruang pembelajaran kebijakan yang konkret dan partisipatif.

“Sudah banyak hal yang dicapai pemerintah dalam satu tahun terakhir. Yang baik perlu ditunjukkan, tetapi yang lebih penting adalah dapat dicoba langsung oleh para pemangku kepentingan pendidikan,” ujarnya di Depok, Provinsi Jawa Barat, Selasa (10/2).

Pada simulasi kebijakan TKA, perwakilan Badan Standar Kurikulum dan Asesmen Pendidikan (BSKAP) Kemendikdasmen Fajri Ansari Kistiawan menjelaskan simulasi tersebut untuk membangun pemahaman yang utuh terhadap TKA.

Dalam simulasi itu, pihaknya menampilkan beragam tipe soal, termasuk pilihan ganda dan pilihan ganda kompleks, serta memberikan gambaran teknis pelaksanaan ­asesmen.

Untuk simulasi digitalisasi pembelajaran di kelas, Direktorat SMP Kemendikdasmen menghadirkan rekonstruksi ruang kelas lengkap dengan papan interaktif digital (PID) atau interactive flat panel (IFP).

Dalam simulasi berdurasi 45 menit, pengunjung dapat menyaksikan langsung praktik pembelajaran yang memanfaatkan platform Rumah Belajar, laboratorium maya serta evaluasi berbasis gim interaktif.

Simulasi ini juga memperkenalkan pembelajaran koding dan kecerdasan artifisial melalui Blockly Games untuk melatih kemampuan berpikir kritis dan pemecahan masalah peserta didik.

Konsolidasi Nasional Pendidikan Dasar dan Menengah Tahun 2026 diikuti oleh berbagai unsur strategis, mulai dari pimpinan Komisi X DPR RI dan Komite III DPD RI, enam menteri dan kepala lembaga, hingga 76 kepala dinas pendidikan provinsi dan 514 kepala Dinas Pendidikan kabupaten/kota.

Kegiatan ini juga melibatkan organisasi profesi, mitra pembangunan, atase pendidikan, serta pusat-pusat The Southeast Asian Ministers of Education Organization (SEAMEO).

Selama pelaksanaan, peserta akan mengikuti sidang sembilan komisi yang membahas isu strategis pendidikan, mulai dari wajib belajar 13 tahun, digitalisasi pembelajaran, evaluasi TKA, hingga pembelajaran mendalam, koding, dan kecerdasan artifisial. Ant/S-2

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
  • Mentan Bidik Investasi Besar, Industri Bioetanol Nasional Mulai Digenjot
    Langkah strategis dari pemerintah pusat, khususnya melalui jaminan ...
  • Kemenperin Perkuat Kemitraan IKM Singkong dan Industri Nasional
    Langkah Kemenperin mengintegrasikan IKM olahan singkong melalui Program ...
  • Industri Bioetanol Indonesia Mau Digenjot, Mentan Bidik Investasi BUMN dan Swasta
    Potensi penghematan devisa negara hingga mencapai Rp500 triliun ...
  • Pertamina dan Jababeka Berkolaborasi Menuju Kawasan Hijau dan Nol Emisi
    Melihat tren positif pemasangan infrastruktur panel surya yang ...
Rona
7 Tahun Hiatus, Syahrini Co...
Luar Negeri
Tiba di AS, Xi Jinping Disa...
Advertisement
Mentan Amran Berang, Sebut Masuknya Beras Ilegal Khianati Kerja Keras 115 Juta Petani Indonesia

Mentan Amran Berang, Sebut Masuknya Beras Ilegal Khianati Kerja Keras 115 Juta Petani Indonesia

24 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.