SBY Cemas Perang Dunia III Meletus, Dorong PBB Gelar Sidang Darurat
📅 Rabu, 21 Jan 2026, 17:30 WIB | Oleh: Muhammad Daniel Ramadhan
Doc: Serambi
JAKARTA - Presiden ke-6 Republik Indonesia Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mengungkapkan kekhawatirannya terhadap kondisi geopolitik global yang kian memanas dan berpotensi memicu Perang Dunia Ketiga. Pandangan tersebut disampaikan SBY melalui utas di akun X pribadinya, @SBYudhoyono, yang diunggah pada Selasa, 20 Januari 2026.
SBY menyebut dirinya terus mengikuti perkembangan situasi dunia, terutama dalam beberapa bulan terakhir. Dengan latar belakang panjang dalam isu geopolitik, perdamaian, dan keamanan internasional, ia mengaku merasa cemas terhadap kemungkinan terjadinya prahara besar yang dapat berdampak pada seluruh umat manusia.
Menurut SBY, skenario Perang Dunia III bukanlah sesuatu yang mustahil. Meski demikian, ia masih meyakini bahwa bencana tersebut dapat dicegah, meskipun ruang dan waktu untuk melakukan pencegahan semakin terbatas. Ia mengingatkan bahwa sejarah menunjukkan tanda-tanda perang besar sering kali sudah terlihat jauh sebelum konflik benar-benar meletus.
SBY menilai kondisi global saat ini memiliki banyak kemiripan dengan situasi menjelang Perang Dunia Pertama dan Kedua. Ia menyoroti kemunculan pemimpin-pemimpin kuat dengan kecenderungan agresif, pembentukan blok-blok aliansi negara yang saling berhadapan, peningkatan kekuatan militer secara masif, serta suhu geopolitik yang semakin memanas di berbagai kawasan.
Ia juga mempertanyakan mengapa pola tersebut terus berulang dalam sejarah. Menurutnya, dunia kerap gagal mengambil langkah nyata untuk mencegah konflik besar, baik karena ketidakpedulian, ketidakberdayaan, maupun ketiadaan kemauan politik yang kuat.
Sebaiknya Anda baca juga:
Dalam pernyataannya, SBY turut menyampaikan kekhawatiran akan dampak paling ekstrem jika perang dunia, khususnya yang melibatkan senjata nuklir, benar-benar terjadi. Ia mengutip berbagai kajian yang memperkirakan korban jiwa bisa mencapai miliaran orang dan berujung pada runtuhnya peradaban manusia.
Meski demikian, SBY menegaskan bahwa harapan belum sepenuhnya tertutup. Ia percaya selalu ada jalan keluar selama masih ada kemauan kolektif dari negara-negara di dunia. Ia pun mengajak para pemimpin global untuk tidak memilih diam, seraya mengingatkan bahwa pembiaran terhadap ancaman besar justru dapat mempercepat kehancuran.
Sebagai langkah konkret, SBY mengusulkan agar Perserikatan Bangsa-Bangsa mengambil inisiatif menggelar Sidang Umum PBB darurat. Ia menilai forum tersebut penting untuk mempertemukan para pemimpin dunia guna membahas langkah nyata mencegah krisis global berskala besar, termasuk ancaman perang dunia baru.
Sebaiknya Anda baca juga:
SBY mengakui bahwa PBB kerap dinilai tidak efektif dalam menghadapi konflik internasional. Namun, ia menekankan bahwa sejarah tidak boleh mencatat PBB sebagai lembaga yang memilih berdiam diri di tengah ancaman serius terhadap perdamaian dunia.
Menutup pernyataannya, SBY menyampaikan keyakinan bahwa selama masih ada kehendak bersama, dunia masih bisa diselamatkan. Ia menegaskan pentingnya tanggung jawab kolektif seluruh bangsa untuk menjaga perdamaian dan mencegah tragedi global yang tak terbayangkan.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!