Media Proyeksikan Takaichi Menang Telak
📅 Senin, 09 Feb 2026, 02:50 WIB | Oleh: Tim Penulis
Doc: AFP/Philip FONG
TOKYO - Perdana Menteri Jepang, Sanae Takaichi, diproyeksikan meraih kemenangan telak dalam pemilihan umum sela pada Minggu (8/2), sebuah hasil yang berpotensi membuat Tiongkok geram dan mengkhawatirkan pasar keuangan.
Dengan memanfaatkan popularitasnya sejak menjabat pada Oktober lalu, Partai Demokrat Liberal (LDP) pimpinan Takaichi kembali meraih mayoritas yang kuat di majelis rendah, menurut perkiraan media.
Stasiun televisi NHK melaporkan bahwa LDP kemungkinan besar meraih antara 274 hingga 328 kursi di majelis rendah yang beranggotakan 465 orang, jauh di atas perolehan kursinya saat ini yaitu 198 kursi.
“Bersama dengan mitra koalisinya, Partai Inovasi Jepang (JIP), kubu penguasa diproyeksikan akan memenangkan antara 302 dan 366 kursi,” kata NHK.
Memenangkan 310 kursi atau lebih akan memberi kubu penguasa mayoritas dua pertiga untuk pertama kalinya sejak pemilihan umum tahun 2017 di bawah mentor Takaichi, mendiang mantan Perdana Menteri Shinzo Abe.
Sebaiknya Anda baca juga:
Takaichi telah menyuntikkan nafas baru ke dalam LDP, yang telah memerintah Jepang hampir tanpa henti selama beberapa dekade tetapi telah kehilangan dukungan dalam pemilihan baru-baru ini karena ketidakpuasan terhadap kenaikan harga dan korupsi.
Tahun lalu di bawah pendahulunya, Shigeru Ishiba, kubu penguasa kehilangan mayoritasnya di majelis tinggi, dan pada tahun 2024 LDP kehilangan mayoritasnya di majelis rendah.
Takaichi, 64 tahun, pernah disepelekan oleh pihak ultra-konservatif Partai Demokrat Liberal ketika ia menjadi pemimpin pada Oktober. Namun saat ini ia telah membuktikan kelompok yang pesimis salah dan menjadi populer di kalangan pemilih terutama pemilih muda, dengan para penggemar menyukai segala hal mulai dari tas tangannya hingga aksinya bernyanyi lagu K-pop bersama presiden Korea Selatan.
Sebaiknya Anda baca juga:
Namun, ia harus mampu mewujudkan janjinya di bidang ekonomi karena Takaichi tidak selalu mendapatkan apa yang diinginkannya, khususnya terkait kekhawatiran tentang pengelolaan keuangan publik negara dengan perekonomian terbesar kedua di Asia ini.
Ia menindaklanjuti paket stimulus senilai 135 miliar dollar AS yang bertujuan untuk mengurangi dampak inflasi yang menjadi penyebab utama ketidakpuasan pemilih, dengan janji kampanye untuk menangguhkan pajak konsumsi atas makanan.
Utang Jepang lebih dari dua kali lipat ukuran seluruh perekonomiannya, dan dalam beberapa pekan terakhir imbal hasil obligasi jangka panjang telah mencapai rekor tertinggi, menyebabkan kekhawatiran di seluruh dunia.
Kekhawatiran Beijing
Kemenangan pemilu yang diraih Takaichi juga dapat menimbulkan kekhawatiran di Beijing.
Baru dua pekan menjabat, Takaichi yang sebelum menjadi perdana menteri dikenal sebagai tokoh garis keras terhadap Tiongkok, menyarankan bahwa Jepang dapat melakukan intervensi militer jika Beijing berupaya merebut Taiwan yang berdaulat sendiri dengan kekerasan.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!