Keiko Fujimori Terpilih sebagai Presiden Peru
📅 Rabu, 01 Jul 2026, 02:40 WIB | Oleh: Tim PenulisLIMA - Presiden terpilih Peru yang konservatif, Keiko Fujimori, berjanji untuk memulihkan ketertiban dan harapan setelah hasil akhir menunjukkan ia menang tipis dalam pemilihan presiden dimana kemenangan tersebut jadi momentum kebangkitan kembali kelompok sayap kanan di Amerika Latin.
Fujimori berhasil meraih jabatan tertinggi di Peru setelah mencalonkan untuk keempat kalinya.
Setelah dinyatakan menang, Fujimori akan mewarisi tugas memimpin negara yang dilanda geng-geng kejahatan terorganisir yang kuat dan ketidakstabilan politik kronis, setelah negara itu mengalami pergantian delapan presiden dalam dekade terakhir.
Kemenangannya juga berarti nama Fujimori kembali ke istana kepresidenan lebih dari dua dekade setelah jatuhnya mendiang ayahnya yang berkuasa dengan tangan besi, Alberto Fujimori, dimana rekam jejak dan warisannya, yang mencakup hukuman penjara karena kejahatan hak asasi manusia, masih memecah belah negara itu.
Keiko Fujimori, 51 tahun, memenangkan putaran kedua pemilihan presiden 7 Juni lalu dengan selisih suara yang sangat tipis, mengungguli kandidat sayap kiri Roberto Sanchez dengan kurang dari 50.000 suara dari lebih dari 18 juta suara yang diberikan, menurut hasil akhir.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Setiap kali kita semakin dekat untuk memulai jalan menuju ketertiban dan harapan bagi seluruh rakyat Peru," tulis dia di media sosial X setelah dinyatakan sebagai pemenang pilpres.
Pemilu tersebut digelar di tengah meningkatnya kejahatan dan ketidakstabilan politik kronis yang paling jelas terlihat dari praktik pergantian presiden yang terus-menerus. Dengan meningkatnya geng pemeras dan pembunuhan berencana, Fujimori bersumpah akan bertindak tegas, seperti ayahnya yang otokratis.
Alberto Fujimori, yang memerintah dari tahun 1990 hingga 2000, mendapat pujian karena keberhasilannya menumpas pemberontak Maois dan menjinakkan hiperinflasi, tetapi kemudian dipermalukan, diasingkan, dan dipenjara karena korupsi dan kejahatan terhadap kemanusiaan yang dilakukan atas nama memerangi apa yang dianggapnya sebagai terorisme.
Sebaiknya Anda baca juga:
Kenangan Kelam
Fujimori akan mulai menjabat pada 28 Juli untuk masa jabatan lima tahun.
Dia adalah pemimpin Amerika Latin terbaru yang memanfaatkan gelombang sentimen sayap kanan dan kemarahan atas meningkatnya kejahatan untuk menduduki jabatan tertinggi di negara mereka.
Fujimori pada hari Senin (29/6) lalu mengakui bahwa negaranya sangat terpecah belah. "Kita memiliki tanggung jawab untuk mendengarkan kedua belah pihak. Pintu dialog terbuka," kata dia, merujuk pada Sanchez dan tokoh-tokoh lain di kubu kiri.
Selama beberapa dekade nama Fujimori telah menjadi penolong sekaligus penghalang mengingat jutaan warga Peru masih menyimpan kenangan kelam tentang pemerintahan ayahnya dan menolak untuk memilih siapa pun yang bernama Fujimori, sehingga menghalangi jalan Keiko Fujimori menuju kursi kepresidenan sebanyak tiga kali. AFP/I-1
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!